Mahasiswa Pekanbaru Pendukung KPK Minta Jokowi Bertanggungjawab
Minggu, 25 Januari 2015 14:45 WIB
PEKANBARU - Aliansi Mahasiswa Penyelamatan KPK dan Polri gelar aksi damai di Bundaran Titik Nol. Puluhan massa yang berasal dari BEM UR dan UIN tersebut menyatakan keprihatinannya atas konplik yang terjadi antara KPK dan Polri.
Aksi damai yang yang dipimpin Qowi Al-Haq ini meminta kepada Presiden RI Joko Widodo agar segera turun tangan menyelesaikan ketegangan yang terjadi pada dua lembaga penegak hukum tersebut.
"Yang terjadi saat ini adalah perseteruan cicak Vs buaya jilid III. Suasana tidak kondusif yang terjadi didua lembaga penegak hukum ini hanya akan mengakibatkan melemahnya KPK dan Polri karena itu, Presiden harus segera turun tangan menyelesaikannya," kata Qowi, Sabtu (24/1/15).
Menurut mahasiswa, tidak selayaknya kedua penegak hukum ini berseteru, yang sudah terjadi berulang-ulang. Gesekan tersebut justru akan semakin membuat citra negara di mata dunia semakin buruk.
Dikhawatirkan, jika hal itu terus berlanjut maka pihak yang paling diuntungkan yakni koruptor yang masih banyak berseliweran di negeri ini.
"Justru harusnya antara KPK dan Polri bersama-sama menuntas persoalan korupsi di negeri ini. Bukan malah sebaliknya berkelahi seperti anak kecil," ujar salah seorang mahasiswa lainnya.
Lebih lanjut, para mahasiswa menyatakan perseteruan KPK dan Polri mestinya dapat dicegah jika dari awal Presiden Jokowi melakukan langkah tegas. Namun karena lemahnya sikap orang nomor satu di Indonesia ini, membuat kedua lembaga penegak hukum berkelahi.
"Jokowi harus bertanggung jawab atas konflik yang terjadi. Jangan hanya bisa menghimbau, tanpa ada tindakan nyata. Langkah ngotot Jokowi tetap mencalonkan Komjend Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri juga sebagai muara perseteruan," ungkap mahsiswa.
Dalam orasinya mahasiswa menegaskan, padahal KPK sudah menetapkan tersangka kepadanya. Begitu pula belakangan penangkapan terhadap Wakil Ketua KPK. Ini jelas adalah unsur politis, yang tujuannya memperkeruh suana di Indonesia.
Ada tiga tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut. Pertama melawan segala bentuk dan ancaman terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kedua menyerukan kepada Jokowi untuk bertanggung jawab menyelesaikankan konplik antara KPK dan Polri. Ketiga, mahasiswa menyatakan dukungannya terhadap dua institusi penegak hukum tersebut. "Save KPK dan Polri," ungkap mahasiswa.
(son/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

