• Home
  • Nasional
  • Pekanbaru Kebagian Pembangunan Infrastruktur Gas Nasional

Pekanbaru Kebagian Pembangunan Infrastruktur Gas Nasional

Minggu, 25 Januari 2015 14:41 WIB
JAKARTA - Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 3,4 triliun guna membangun infrastruktur gas nasional. Perbaikan infrstruktur ini untuk mempercepat program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan, pihaknya telah menyiapkan roadmap pembangunan infrastruktur gas periode 2015-2030. 

Pemerintah rencananya akan menambah panjang jaringan pipa, kilang dan terminal regasifikasi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), SPBG, hingga jaringan gas untuk rumah tangga.

Namun, tidak seluruhnya didanai oleh pemerintah. "Untuk tahun ini, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran Rp 3,4 triliun," kata dia di Jakarta, kemarin.

Dana ini, jelas dia, rencananya akan dipakai untuk beberapa kegiatan. Rincinya, pembagian 2 juta paket perdana LPG 3 kilogram (kg), pilot project BBG untuk nelayan dengan membagikan 50 ribu konverter kit, serta pembangunan SPBG dan kilang LNG-LCNG station.

SPBG yang dibangun yakni enam SPBG online (tersambung pipa gas), enam SPBG mother station, lima SPBG daughter station, dua SPBG bergerak atau mobile refueling unit (MRU), dua SPBG eco station (terintegrasi dengan SPBU), delapan gas transport module, dan empat jalur pipa penyalur.

Tahun lalu, lanjut Wiratmadja, pemerintah juga telah membangun enam SPBG dan tujuh MRU. Sementara PT Pertamina (Persero) membangun dua SPBG di wilayah Jabodetabek serta PT PGN (Persero) Tbk membangun lima SPBG dan 5 MRU.

"Sehingga, sampai akhir tahun lalu jumlah stasiun pengisian BBG yang terbangun sebanyak 43 SPBG dan 12 MRU," ujar dia. Dalam roadmap Kementerian ESDM, jumlah SPBG akan terus diperbanyak hingga mencapai sekitar 300 unit pada 2019 dan 1.300 unit pada 2030 nanti.

Pemerintah juga akan meningkatkan serapan gas bumi untuk rumah tangga. Tahun ini, tambah dia, pihaknya akan menambah jumlah jaringan gas untuk 8.000 rumah tangga, masing-masing 4.000 unit di Balikpapan dan Lhokseumawe. 

"Kemudian, jaringan gas sebanyak 43 ribu rumah tangga di 22 kota akan dibangun oleh PGN dan 17.400 rumah tangga lagi di 7 kota oleh Pertamina," tutur dia.

Menurut Wiratmadja, hingga 2019 nanti, setiap tahunnya pemerintah akan menambah 8.000 jaringan gas rumah tangga. Beberapa kota yang menjadi lokasi proyek yakni Cilegon, Pekanbaru, Kutai Kertanegara, Musi Banyuasin, Batam, Muara Enim, Tuban, dan Bojonegoro. Masing-masing kota mendapat jatah 4.000 sambungan.

PGN dan Pertamina juga akan didorong terus menambah jaringan gas rumah tangga. Dalam roadmap Kementerian ESDM disebutkan, PGN akan membangun sebanyak 661.500 jaringan gas rumah tangga dan Pertamina menambah 64 ribu sambungan selama periode 2016-2019.

Pembangunan infrastruktur gas, utamanya SPBG, dinilai pengusaha tidak cukup untuk membuat pengguna BBM beralih ke BBG. Hal ini lantaran pengguna BBG harus berinvestasi terlebih dahulu untuk konverter kit yang harganya cukup mahal.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menuturkan, masyarakat Indonesia telah ditawari BBG sejak lebih dari satu dekade lalu. Namun, minat masyarakat menggunakan BBG tidak pernah tinggi. "Problemnya satu, harus memakai konverter kit yang menambah biaya," kata dia.

Untuk mendorong pemakaian BBG, tambah dia, pemerintah perlu melakukan gebrakan. Salah satu sarannya yakni dengan mewajibkan industri manufkatur memproduksi mobil dual fuel yang bisa memakai BBM maupun BBG. Jika ini bisa terealisasi, investor SPBG juga akan bergerak cepat.

"Kalau pihak sana (manufaktur) siap produksi, kami siap bangun SPBG sebanyak mungkin dalam sekejap. Sekarang pun mereka tidak produksi mobil dual fuel, kami tetap bangun," jelas Ahmad.

Opsi lainnya, tutur dia, pemerintah bisa memberikan penugasan kepada Pertamina. Artinya, pemerintah mengucurkan dana khusus untuk memperbanyak jumlah SPBG. Jika tanpa penugasan, pihaknya hanya akan membangun SPBG sesuai hitungan bisnis.

Tahun ini, sebut Ahmad, Pertamina akan membangun 150 SPB-Vigas atau stasiun pengisian BBG jenis gas minyak cair pada tahun ini. Selain membangun infrastruktur, Pertamina sekaligus membuat pasarnya, yakni dengan menggandeng koperasi angkutan umum di sekitar SPBG-Vigas.

"Kami gandeng koperasi angkutan dan membawa bank yang memberikan cicilan konverter kit. Dengan penghematan selisih harga BBG dan BBM, angkutan umum sudah bisa balik modal dalam setahun untuk pembelian konverter kit," papar dia.

(bsc/bsc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pekanbaru
Komentar