OTT Gubernur Riau, Wabup Rohil Erianda Ikut Ditangkap KPK
Jumat, 26 September 2014 09:33 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Gubernur Riau, Annas Maamun saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kompleks Perumahan Citra Grand Cibubur pada hari Kamis (25/9) sekitar pukul 17.30 WIB.
Dari informasi yang dihimpun, selain Annas penyidik KPK pun ikut menciduk istrinya yakni, Latifah Hanum serta anak kandungnya, Erianda yang menjabat sebagai Wakil Bupati Rokan Hilir.
Informasi lebih lanjut selain keluarga Annas, dalam OTT itu KPK juga turut mengamankan ketua sementara DPRD Riau dan salah satu dosen pertanian di Universitas Riau, Gulat Manurung.
Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi enggan berkomentar, Ia mengaku belum mendapat informasi lebih dari penyidik.
'Belum dapat informasi mengenai nama-nama tersebut,' kata Johan di gedung KPK.
Meski demikian, Johan mengakui bahwa pihaknya memang turut mengamankan sejumlah pihak. "Di antaranya Gubernur beserta dua keluarganya, seorang sopir, ajudan dan pengusaha," ucap dia.
Ada Bos Media dan Polisi Turut Ditangkap KPK?
KPK belum bisa memastikan mengenai kabar yang beredar, adanya pihak aparat keamanan atau kepolisian dan bos media yang ikut digaruk dalam penangkapan Gubernur Riau, Annas Maamun di Kompleks Citra Grand, Cibubur.
"Saya belum tahu. Nanti akan disampaikan setelah ada kesimpulan dari penyidik, apakah terperiksa yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan itu seperti apa. KPK punya waktu 1x24 jam," kata Johan Budi SP, Juru Bicara KPK, Kamis malam (25/9).
Johan belum bersedia membuka identitas seorng gubernur dan 8 orang lainnya yang ditangkap di sebuah rumah di kompleks tersebut. Namun ia hanya memastikan bahwa yang diamankan adalah seorang gubernur.
"Sembilan orang itu adalah gubernur, pengusaha, ada sopir, ada ajudan gubernur tentunya, dan ada keluarga gubernur. Jumlahnya 2 orang," kata Johan.
Setelah menangkap gubernur dan 8 orang lainnya, petugas KPK langsung menggelandangnya ke kantor KPK dan langsung memeriksanya secara intensif untuk menentukan status mereka, apakah terlibat kasus dugaan korupsi atau tidak.
Selain menangkap gubernur, pengusaha, dan sejumlah orang lainnya, petugas juga mengamankan sejumlah uang dalam pecahan dolar Singapura dan rupiah yang totalnya ditaksir mencapai milyaran rupiah.
Kemudian, petugas juga mengamankan satu unit mobil yang diduga digunakan orang-orang yang ditangkap menuju ke satu rumah tempat mereka ditangkap yang juga belum bisa disebutkan siapa pemiliknya. "Rumah seseorang," kata Johan.***(red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

