Pasang Jaringan Listrik
Oknum Aparat Desa Bukit Kerikil Minta Masyarakat Bayar Rp 3,5 Juta
Kamis, 06 Juli 2017 13:14 WIB
DUMAI - Sejumlah masyarakat yang menamakan Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Area Dumai, Kamis (6/7/2017).
Aksi ini dilakukan terkait dugaan pungli dan penipuan proyek pasang baru listrik PLN di Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Bahkan diduga melibatkan panitia ilegal bentukan aparatur Desa Bukit Kerikil.
Mereka menduga pungli dan penipuan pemasangan listrik ini melibatkan oknum di DPRD Kabupaten Bengkalis. Ada 10 orang pengunjuk rasa yang menyampaikan orasi di depan kantor PLN Area Dumai di Jalan Sudirman.
Aksi ini mengundang perhatian pengendara yang melintas. Sejumlah personel pengamanan mengawal aksi ini. Walau aksi ini hanya berisi orasi dan membentang spanduk berisi tuntutan mereka.
Kordinator Aksi Persaudaraan Mitra Tani dan Nelayan Indonesia (PETANI), Sahat Hutabarat mengatakan bahwa oknum aparat desa sudah menipu mereka.
Saat dilakukan proyek pasang baru listrik PLN di Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, banyak pungutan kepada masyarakat. Bahkan untuk memasang tiang listrik dan kabel instalasi tiang listrik dikenakan biaya.
Padahal untuk memasag tiang dan kabel tiang listrik tidak dikenakan biaya.Total ada 600 Kepala Keluaraga (KK) yang tertipu panitia bentukan aparat desa. Setiap KK dimintai pembayaran pemasangan hingga Rp 1,9 juta hingga Rp 3,5 juta.
Pemasangan jaringan di luar rumah seharusnya tidak dibayar oleh pelang. "Jumlah ini sangat fantastis bagi kami masyarakat desa. Padahal ini proyek pemerintah untuk menerangi desa kami," ujar Sahat di sela aksi unjuk rasa.
Selain itu, masyarakat juga diancam oleh panitia desa. Terutama bagi yang tidak melunasinya, mereka di ancam akan diputus aliran listrik secara sepihak. Sehingga mereka melaporkan hal ini kepada PLN.
Setelah satu jam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Area Dumai. Masyarakat yang menamakan Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) akhirnya melakukan pembicaraan dengan manajemen PLN di ruang rapat Kantor PLN Area Dumai.
Pada pertemuan ini, mereka menyampaikan bahwa pemasangan listrik bagi 600 Kepala Keluarga (KK) melibatkan panitia ilegal bentukan aparatur Desa Bukit Kerikil. Bahkan mereka menduga pungli dan penipuan pemasangan listrik ini melibatkan oknum di DPRD Kabupaten Bengkalis.
Kordinator Sahat Hutabarat mengadukan oknum aparat desa yang bekerjasama dengan oknum biro listik, yang meminta bayaran tinggi untuk pemasangan listrik di Desa Bukit Batu.
Parahnya sebagian listrik dinyalakan tanpa Gambar Instalasi Listrik (GIL) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Masyarakat juga dimintai sejumlah uang untuk pembersihan lahan sebagai lokasi pemasangan jaringan listrik.
"Jadi kami mempertanyakan hal ini kepada pihak PLN, sebab kami tidak tahu adanya pungutan dalam pemasangan jaringan listrik," ulasnya.
Sumber: tribunpekanbaru.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Kronologi Selebgram Ajudan Pribadi Ditangkap Atas Kasus Penipuan Rp1,3 Miliar
-
Politik
Mengenal Lebih Dalam Tentang PDI Perjuangan
-
Hukrim
Cara Kenali Modus Pig Butchering
-
Hiburan
Sinopsis Santanico Pandemonium: Kisah Maria Terjebak Gombalan Lucifer
-
Hiburan
LINK Nonton Film Santanico Pandemonium Sub Indonesia

