Pabrik Nagamas Terbakar, DPRD Minta Pemko Dumai Tak Tutup Mata
Senin, 27 Juli 2015 18:38 WIB
DUMAI- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dumai Yukratul Ahyuni, meminta kepada Pemerintah Kota Dumai untuk tidak tutup mata atas insiden terbakarnya pbarik milik PT. Nagamas Palmoil Lestari yang berada di kawasan Pelabuhan Pelindo Dumai, akhir kemarin.
"Pemerintah jangan diam saja melihat peristiwa ini. Harus mengambil sikaplah. Apalagi, banyak pekerja di perusahaan itu merupakan masyarakat Dumai. Kami meminta kepada Pemko Dumai untuk bersikap tegas dalam masalah ini," kata Yukratul Ahyuni, kepada riauheadline.com, Senin (27/7/15).
Ditambahkan Yuni, saap akrab perempuan kader Partai Demokrat ini, selama ini perusahaan yang beroperasi di pengolahan minyak kelapa sawit itu sudah dua kali mengalami insiden terbakar pada pabriknya. Tentunya, kata dia, ini sudah cukup membahayakan pada keselamatan pekerjanya.
"Pada tahun 2013 lalu kebakaran pabrik PT. Nagamas sudah terjadi dan terulang kembali di tahun ini. Jadi sudah kedua kalinya perusahaan itu mengalami musibah yang sama. Oleh karena itu, saya minta kepada pemerintah melalui instansi terkait bisa mengambil langkah kongkrit soal masalah ini," pintanya.
Disisi lain, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang I Dumai agar tidak tutup mata dengan pabrik-pabrik yang kerap mengalami musibah seperti PT. Nagamas tersebut. Selaku penyedia kawasan bisnis, Pelindo Dumai juga memiliki wewenang untuk mengambil langkah tegas.
"PT. Nagamas itu berdiri dikawasan Pelindo Dumai, seharusnya penyedia kawasan bisa mengambil langkah tegas. Menurut saya, apa yang terjadi selama ini di kawasan Pelindo Dumai terkesan ada unsur pembiaran. Padahal, kebanyak pekerjanya merupakan masyarakat tempatan," tegasnya lagi.
Sebagai data tambahan, Pasca kebakaran pabrik milik PT. Nagamas Palmoil Lestari yang berada di kawasan industri pelabuhan Pelindo, membuat seorang pekerja harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai untuk mendapatkan perawatan intensif, Sabtu (25/7/15) petang kemarin.
Bangunan pabrik dengan tinggi belasan meter itu tampak mengeluarkan api membara dan asap hitam pekat. Puluhan karyawan PT. Nagamas langsung berhamburan ke luar pabrik begitu mengetahui pabrik dilalap si jago merah. Mereka berupaya menjauhi lokasi pabrik untuk menyelamatkan diri.
Kapolres Dumai AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) AKP Indra Feradinata, membenarkan bahwa pada hari Sabtu (25/7) sore sekitar pukul 18.00 WIB, adanya insiden kebakaran di areal PT. Nagamas Palmoil Lestari. Namun dalam insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa tewas.
"Benar, kebakaran terjadi pada bagian Water Treatment Plant (WTP) atau mesin pendingin air yang berada dibagian depan PT. Nagamas, begitu mendapat informasi, kita langsung mengontak pemadam kebakaran dari Pemko Dumai dan beberapa perusahaan seperti, Pertamina, Chevron dan Pelindo," jelas Indra.
Tidak lama berlangsung, 5 Unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Dumai tiba dilokasi, dan langsung berjibaku dengan api. Sementara petugas dari Polres Dumai dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara.
"Api berhasil dipadamkan setelah lebih kurang satu jam, selanjutnya kita pasang Police Line dan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap saksi -saksi guna memastikan penyebab kebakaran," tambah Kapolsek KSKP, kepada sejumlah awak media dilokasi kejadian.
Dari informasi yang berhasil dirangkum, akibat dari kejadian ini, tidak ada korban jiwa, namun satu orang pekerja PT. Nagamas diketahui bernama Anto (30) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), karena yang bersangkutan waktu kejadian berusaha untuk membantu memadamkan api.
Korban yang diketahui tanpa peralatan yang memadai itu pingsan karena terlalu banyak menghirup asap, dan dievakuasi oleh rekan kerja yang sedang berada tidak jauh darinya. Untuk kerugian material sendiri hingga saat ini belum bisa dipastikan, karena belum ada dari pihak PT. Nagamas yan bersedia untuk dikonfirmasi.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait

