• Home
  • Hukrim
  • Pekat Merajarela, Kinerja Satpol PP Pelalawan Dipertanyakan

Pekat Merajarela, Kinerja Satpol PP Pelalawan Dipertanyakan

Minggu, 02 Februari 2014 19:14 WIB

PELALAWAN - Sebagai petugas dilapangan dalam penegakan Perda,kinerja Satpol PP mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.Terutama sekali dalam penegakan Perda Penyakit masyarakat (pekat). 

Pasalnya,hingga kini pekat bertambah marak di Pelalawan terutama sekali di Ibukota Pangkalan Kerinci.Lebih meprihatinkan lagi,lokasi pekat berada di seputaran Kompleks Perkantoran Pelalawan.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) Kabupaten Pelalawan Ir.H.T.Edy Sabli,M.Si usai rapat kerja LKAM di Grand Hotel Pangkalan Kerinci Sabtu (1/2) kemarin kepada awak media menyebutkan bahwa pemberantasan pekat menjadi topik yang sangat hangat dibahas dalam rapat kerja LKAM. Pasalnya Pekat semakin marak di Negeri yang kenal sangat menjunjung tinggi adat. 

"Jika pekat sudah merajarela di Negeri ini,maka harkat martabat serta marwah adat dipertaruhkan.Kita siap ikut dalam pemberantasan pekat yang merupakan bagian kerja dari Satpol PP sebagai penegak Perda. Kita minta Satpol PP bertindak cepat dan jangan hanya menunggu bila tidak alamat bertambah banyak merusak moral akhlak anak kemenakan di Negeri ini," terangnya.

Dicontohkan Edy Sabli,maraknya warung remang - remang di Jalan Lintas Timur dekat jembatan, begitu pula warung remang - remang berbalut prostitusi di Kecamatan Pangkalan Lesung ditambah dengan maraknya penyakit masyarakat yang dilakoni para pelajar dan pemuda di kompleks perkantoran Pelalawan.Ini tentunya mencoreng wajah Pelalawan yang dikenal menjunjung adat. 

"Wewenang penegakan Perda Pekat sepenuhnya ada di Satpol PP.Oleh karena itu harus bertindak cepat.Kalau ingin berkoordinasi silahkan tapi jangan terlalu lama tanpa ada aksi nyata untuk pencegahan," urainya. 

Pihaknya sudah laporkan ini kepada bupati Pelalawan Datuk Setia Amanah bersama Kakan Satpol dan pihak kepolisian. Tentunya pemberantasan pekat ini harus serius dilakukan bukan hanya sekedar koordinasi dan koordinasi saja. 

"Dalam waktu dekat bersama para pemangku adat Kita dari LKAM akan menggelar seminar dan pencerahan bagi anak kemenakan agar tidak terlibat dengan pekat," paparnya.

Senada juga dikatakan Pengurus Besar majelis Pemuda Pelalawan (PB.MPP) Nasaruddin US,SH yang menyebutkan bahwa perlunya penguatan institusi dalam pemberantasan pekat. Jika berkoordinasi dengan pihak lain tentunya harus jelas dan real gerakannya melalui MoU.

"Tentunya Kita tidak ingin terulang lagi warga sendiri yang akan melakukan penertiban yang rawan akan anarkisme. Seperti yang terjadi dulu saat pembakaran lokalisasi Sepakat di Pangkalan Lesung," jelasnya. 

Menurut dia, belum lagi warung remang remang di Jalan Lintas Timur kini komplek perkantoran pelalawan jadi lokasi pekat para pemuda dan pelajar.Ini jangan dibiarkan dan semakin menjalar ditengah - tengah masyarakat.Kalau perlu diberlakukan jam malam dilokasi tersebut. 

"Makanya harus ada tindakan tegas dan cepat jangan dibiarkan seperti sekarang ini." pungkasnya. (Jhon)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar