Pelaku Mutilasi Tubuh Korban Menjadi 10 Bagian di Rupat Utara
Rabu, 29 Maret 2017 13:48 WIB
DUMAI - HE (31) warga Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, terlibat kasus pembunuhan mutilasi dan keberadaanya masih diburu polisi.
Korban mutilasi adalah Bayu Santoso (27) warga Jalan Datuk Laksamana, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara dengan TKP di Jalan Riau Desa Tanjung Medang tepatnya di dalam Ruko Biliar milik pelaku HE.
Pelaku HE melakukan mutilasi dengan memotong tubuh korban sebanyak sepuluh bagian diantaranya kepala, tangan kanan dan kiri serta kaki kanan dan kiri. Usai memutilasi, jasad korban dimasukkan ke dalam tas koper.
Berikut kronologis pembunuhan tersebut terjadi pada 24 Maret 2017. Saat itu, pelaku HE meminta Andrean alias Gondrong mengundang Bayu Santoso ke ruko tempat permainan biliar. Tempat itu dikelola HE.
Saat Bayu masuk ke ruko, HE langsung mengunci pintu dari dalam. Bayu disuruh duduk di kursi dekat meja biliar. Secara tiba-tiba, HE mengeluarkan dua pisau dan menikam Bayu dari belakang. Tikaman itu mengenai punggung korban.
Melihat kejadian sadis tersebut, Andrean ketakutan dan langsung lari ke luar Ruko Biliar. Andrean langsung bersembunyi di hutan. Melihat kondisi sudah aman, saksi mata langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Rupat Utara.
Sedangkan mengenai pekerja pelaku HE bekerja sebagai pengusaha tempat Biliar dan Bayu Santoso bekerja di dealer sepeda motor di Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.
Sementara motif pembunuhan sadis terhadap Bayus Santoso di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, akhir pekan kemarin masih misterius.
Apa sebenarnya motif pelaku HE dengan beraninya menghabisi nyawa korbanya dengan cara memotong-motong alias mutilasi lalu disimpan dalam koper besar dan dimasukkan ke dalam drum air tersebut.
Spontan kasus pembunuhan dengan cara di mutilasi itu membuat geger warga di Desa Tanjung Medang. Masyarakat banyak tak nyangka kampung halamannya menjadi tempat peristiwa mengerikan.
Yuliani Sartika (24) istri Bayu Santoso, korban mutilasi tak mampu menahan air mata ketika berbincang-bincang dengan wartawan dirumahnya Jalan Taratai, Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota, Rabu (29/3/17).
Perempuan yang dipersunting Bayu Santoso selama lima tahun ini tak menyaka jika suaminya ditemukan tewas tidak wajar. "Saya tak menyangka suami saya sudah meninggal dalam kondisi seperti itu," kata Sartika, sembari mengusap air matanya.
Sebelum ditemukan tewas dimutilasi, korban Bayu Santoso pamitan ke istrinya untuk pergi Tanjung Medang, merawat orang tuannya yang sedang sakit. "Abang ke sana (Tanjung Medang) merawat orang tuanya sedang sakit," jelasnya.
Yuliani juga mengatakan bahwa suaminya asli kelahiran Tanjung Medang, Rupat Utara, Kabupetan Bengkalis. Suaminya bekerja di dealer sepeda motor sudah satu tahun. "Abang asli sana (Tanjung Medang) dan baru setahun kerja," bebernya.
Ketika disinggung sebelum pergi ke Tanjung Medang, suaminya ada atau tidak meninggalkan pesan? Lantas Yuliani menjawab bahwa suaminya tidak meninggalkan pesan. Hanya saja sebelum kejadian dirinya mendapat firasat buruk.
"Sebelum abang dikabarkan meninggal, saya susah tidur malam. Abang juga tidak ada meninggalkan pesan atau kata-kata aneh gitu," ungkap perempuan yang menggunakan jilbab warna ungu itu kepada wartawan.
Tak hanya sebatas itu, wartawan juga terus menggali informasi terkait keseharian korban Bayu Santoso, sebelum akhirnya ditemukan tewas secara mengenaskan di dalam tas koper itu diduga menjadi korban pembunuhan.
"Selama menikah dengan saya almarhum tidak pernah ada musuh. Bahkan almarhum orangnya sangat ramah dan mudah bergaul seperti orang-orang lainnya," kata Yuliani Sartika, menceritakan riwayat hidup suaminya tersebut.
Mengenai kejadian ini, lanjut Yuliani, orang tua suaminya yang berada di Tanjung Medang, Rupat Utara langsung syok tak sadarkan diri. "Begitu mendapat kabar anaknya meninggal mengenaskan, langsung syok orang tua abang," urainya.
Istri dan mertua korban mutilasi berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelakunya dan memberikan hukuman setimpal. "Saya minta pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal," pintanya.
Informasi jumlah 10 potong tubuh Bayu Santoso yang menjadi korban mutilasi itu disampaikan keluarganya di Kota Dumai, setelah mendapat kabar dari pihak keluarga lainnya mengetahui peristiwa sadis tersebut.
(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Menang Banding, Terpidana Mati Kasus Mutilasi Rupat Dihukum Seumur Hidup
-
Hukrim
Dua Pelaku Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati dan Seumur Hidup
-
Hukrim
Pelaku Mutilasi Rupat Utara Terancam Hukuman Mati
-
Hukrim
Waspada, Penipuan Catut Nama Paur Humas Polres Bengkalis
-
Hukrim
Penjual Martabak Tewas Mengenaskan Dalam Ruko di Dumai
-
Hukrim
Polisi Tangkap Tahanan Kabur saat Jualan Narkoba di Duri

