Pemilik Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru Suruh 3 Penghuni Mengemis
Selasa, 31 Januari 2017 19:22 WIB
PEKANBARU - Tiga penghuni Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru berstatus eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dievakuasi ke UPT Bina Laras Dinas Sosial Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Kondisi ketiganya terlihat sehat namun belum bisa berkomunikasi dengan lancar.
Ketiga eks ODGJ itu bernama Ef (25), RD (34) dan W (25), semuanya perempuan. Selama berada di Panti Asuhan Tunas Bangsa Jalan Cendrawasih, mereka bertiga kerap disuruh mengemis di jalanan dan ke permukiman penduduk.
"Mereka bertiga merupakan titipan dari tim yang melakukan evakuasi dari Panti Tunas Bangsa. Tim ini di dalamnya ada polisi, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Kondisi ketiganya masih mengalami trauma," kata Kepala UPT Bina Laras, Fauzi Atan saat ditemui merdeka.com di kantornya, Jalan Lintas Timur Muara Fajar Kota Pekanbaru, Selasa (31/1).
Menurut Fauzi, ketiganya merupakan saksi yang dibutuhkan Kepolisian lantaran hanya mereka yang bisa menjadi saksi atas kematian M Zikli balita 18 bulan diduga dianiaya. Sebab penghuni panti lainnya sulit diajak komunikasi.
"Hanya tiga ini yang bisa diajak komunikasi, itupun tidak 100 persen seperti orang normal. Mereka masih membutuhkan obat setiap harinya, tapi polisi membutuhkan keterangan mereka," kata Fauzi seperti dikutip merdeka.com.
Mereka bertiga di bawah pengawasan Polresta Pekanbaru dan Dinas Sosial Riau sebagai saksi atas tersangka Lili Rahmawati terkait kematian M Zikli.
Saat merdeka.com mencoba wawancara ketiganya, mereka tidak ingat berapa lama di dalam panti. Tapi pengakuan mereka, setiap hari disuruh bawa bakul untuk mengemis di jalanan dan ke rumah penduduk meminta-minta.
"Kadang dikasih beras, uang dan makanan. Keterangan mereka juga belum bisa dipercaya karena belum normal," kata Fauzi.
Mereka juga mengaku, uang yang diperoleh dari hasil mengemis selanjutnya disetorkan ke petugas Panti Tunas Bangsa. Karena ketiganya lebih sehat dari penghuni panti lainnya, mereka disuruh memasak nasi dan lauk pauk serta mengasuh bayi yang ada di dalam panti.
"Dari pengakuan mereka, ketiganya ini yang biasa disuruh-suruh petugas panti karena lebih sehat kondisinya daripada penghuni lainnya," ucap Fauzi.
Selain ketiga wanita ini, para penghuni Panti Tunas Bangsa lainnya juga dievakuasi ke tempat lain. Seperti 30 penyandang gangguan jiwa dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa, lima orang anak-anak dievakuasi ke Rumah Aman dan tujuh orang tua lanjut usia ke Dinas Sosial Riau.
"Jadi semuanya ada 45 orang dari Panti Tunas Bangsa yang dievakuasi tim, penempatannya dibagi sesuai kondisi kesehatan mereka masing-masing. Dan tiga orang di antaranya yang dititipkan ke UPT Bina Laras tempat kita ini," kata Fauzi.
(rdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Hukrim
Polsek Tampan Buru Rampok Pengampak Kepala Mahasiswa di Pekanbaru
-
Hukrim
Polisi Tangkap 4 Tersangka Narkoba dari Kampung Dalam Pekanbaru
-
Hukrim
13 Personel Polresta Pekanbaru Terima Kenaikan Pangkat

