• Home
  • Hukrim
  • Polda Riau Kerahkan Anggota Tingkatkan Razia di Perbatasan

Terkait Penangkapan Belasan Ton Ganja

Polda Riau Kerahkan Anggota Tingkatkan Razia di Perbatasan

Sabtu, 25 Oktober 2014 13:04 WIB

PEKANBARU - Terkait dengan penangkapan satu truk kontainer yang diduga membawa belasan ton daun ganja kering itu, Polda Riau menyebut bakal meningkatkan razia di perbatasan.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Sabu (25/10/14). "Itu adalah pengungkapan BNN Pusat. Mereka menangkap melalui penyelidikan. Namun kami tetap koordinasi. Petugas kepolisian kan banyak yang di sana, diperbantukan," sebutnya.

"Antisipasi dari Polda, bahwa Kapolda sudah memberikan perintah kepada jajaran. Tidak hanya narkoba, tapi semua kejahatan diantisipasi," sebutnya.

Terkait pengungkapan BNN ini apakah pihak kepolisian kebobolan, Guntur menampik hal tersebut. 

"Bukan kebobolan, karena ini memang melalui penyelidikan mereka. Kami sebagai antisipasi akan melakukan patroli skala besar," tegasnya.

Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan sebut Guntur juga memerintahkan jajaran kepolisian di Riau untuk meningkatkan penegakan hukum. 

"Jajaran diperintahkan melakukan kegiatan preventif penegakkan hukum. Razia dengan tempat yang berubah dan waktu yang berbeda. Untuk mengantisipasi segala kejahatan. Termasuk perbatasan kami awasi," jelasnya. 

Sebagai data tambahan, truk fuso  berwarna biru kuning dengan plat nomor B 9396 yang seri huruf belakang platnya ditutupi kardus, terlihat parkir membelakangi pintu masuk kantor. 

Ketika pintu belakang truk dibuka, terlihat tumpukan-tumpukan kardus bekas menutupi ratusan karung yang di dalamnya berisi paketan-paketan daun ganja kering yang dilapisi lakban warna kuning. 

Karung tersebut berwarna putih dan berkapasitas 50 kg yang di ujungnya dijahit dengan tali plastik warna hitam. Beberapa petugas tampak menurunkan satu per satu karung dan kemudian menimbangnya.

Humas BNN Pusat di Jakarta, Sumirat Dwiyanto membenarkan adanya penangkapan ganja dalam jumlah banyak di Riau. Hanya saja dia belum bisa memberikan informasi secara detail karena jaringan yang dibekuk ini sedang diburu.

"Kalau penangkapan betul, sedang dilakukan pengembangan. Informasi detail belum bisa kami berikan karena berapa jumlah barang buktinya belum kami hitung," kata Sumirat, kepada sejumlah wartawan di Jakarta.

Ditambahkan, BNN hingga kini masih mengembangkan hasil operasi ini terkait jaringan di Jakarta, dan daerah lainnya. Karena itu dia meminta media bersabar. 

"Itu kaitan dengan jaringan di Jakarta, Sukabumi dan daerah  lain. Ini yang sedang kami kejar. Kalau penangkapan benar dan dilakukan oleh BNN Pusat dan Riau," jelasnya.***(red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar