Polisi Harus Jujur Ungkap Gas LPG 12 Kg Meledak Hingga Lukai Dua Korban
Selasa, 01 September 2015 14:03 WIB
DUMAI - Belum terungkapnya misteri ledakan yang berasal dari toko penjual gas elpiji 12 kilogram di Jalan Jalan Syeh Umar, Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai Barat, akhir pekan kemarin hingga memakan dua korban luka parah menimbulkan spekulasi tinggi dikalangan masyarakat sekitar.
Sejumlah kalangan meminta kepada pihak Polres Dumai, untuk jujur mengungkap kebenaran atas insiden tersebut. Pasalnya, masyarakat menduga ledakan yang berasal dari samping Toko Bangunan SCN tersebut telah terjadi pengoplosan gas elpiji 12 kilogram sebelum diedarkan ke masyarakat.
"Saya minta kepada polisi yang menangani masalah ini jujur dan ngomong sebenar-benarnya. Ini menyangkut masyarakat lain yang membeli gas dari toko itu. Cukup pemilik toko saja yang menjadi korbannya jangan sampai masyarakat ikut menjadi korban ledakan berikutnya," jelas Khadafi, Selasa (1/9/15).
Dia meminta kepada aparat kepolisian mengaudit izin usaha toko tersebut. Apakah benar-benar mengantongi izin Pangkalan Elpiji atau untuk usaha sampingan saja. Sebab, dikawatirkan masalah ledakan ini akan memakan korban lagi yang tak lain adalah masyarakat pembeli gas elpiji baik 12 kg maupun 3 kg dari toko tersebut.
"Masalah ini cukup membahayakan keselamatan manusia. Oleh karena itu, kami minta polisi menindak tegas kepada pemilik toko kalau memang terbukti mengoplos gas tersebut. Masalah serius ini dan jangan dianggap sepele. Sebab, ledakan yang dihasilkan dari gas elpiji itu cukup berbahaya," terang Khadafi.
Sebagai data tambahan, akhir pekan kemarin telah terjadi ledakan cukup kuat yang berasal dari samping Toko Bangunan SCN. Usai meledak, ratusan masyarakat di Jalan Syeh Umar, berduyun-duyun melihat lokasi ledakan dan menemukan dua korban luka cukup parah.
Dua korban ledakan itu adalah Anto dan Nikom. Anto diketahui pemilik Toko Bangunan SCN dan Nikom merupakan pekerja di tokonya. Kondisi korban terparah adalah Anto, sebab matanya nyaris keluar dan berlumuran darah segar pasca ledakan berlangsung. Begitu juga dengan tubuhnya, kulit terkelupas dan melepuh.
Beberapa awak media berhasil mengkonfirmasi Nita (30), adik korban Anto. Dari keterangnya, bahwa kejadian ledakan cukup kuat itu berlangsung secara cepat. Usai meledak dirinya melihat ada kepulan asap putih dan hitam dari toko penyimpanan gas elpiji 12 kg dan 3 kg tersebut.
"Pertamanya ada bunyi ledakan seperti bom di tempat kita, kemudian saya juga melihat ada kepulan asap yang keluar dari atas atap. Setelah kami mendekat, kakak saya sudah berlumuran darah dan membuat kami panik. Kakak saya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Nita.
Ditambah Nita, untuk aktifitas penjualan tabung gas milik abangnya tersebut sudah berjalan kurang lebih 11 tahun, namun untuk penjualan di tempat kejadian perkara baru berlangsung 4 tahun. "Usaha ini sudah ditekuni abang saya 11 tahun dan di toko ini baru buka 4 tahun lamanya," jelasnya.
Guna mengungkap kasus ini, aparat kepolisian setempat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi maupun keluarga korban sekaligus pemilik toko itu. Polisi juga mengangkut puluhan tabung gas elpiji ukuran 12 kg dan 3 kg dengan menggunakan truk colt diesel.
Selain itu, polisi juga menyita bungkusan garam, ember dan drum serta alat bukti lain. Dari barang bukti yang disita, muncul dugaan ledakan tersebut terjadi saat korban hendak memindah isi tabung gas ke tabung lainnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kejari Dumai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penanganan Perkara 2017
-
Hukrim
Perempuan Pengecer Bensin Tewas Terbakar di Rohil
-
Lingkungan
Ratusan Anggota TNI-Polri Bersih-bersih Kampung Dalam Dumai
-
Hukrim
Penjual Martabak Tewas Mengenaskan Dalam Ruko di Dumai
-
Hukrim
Polres Dumai Tangkap Puluhan Remaja Hendak Tawuran
-
Hukrim
Dua Pemuda Tanggung Garap Anak Dibawah Umur di Dumai

