Polres Rohul Dituding Cuekini Kasus Penganiayaan Kades
Sabtu, 28 September 2013 17:37 WIB
PASIRPANGARAIAN, RIAUHEADLINE.COM- Kepala Desa Kepenuhan Raya, Kecamatan Kepenuhan Ahmad Imran, dan Kaur Pembangunan Desa Tasriman (30), mengaku menjadi korban penganiayaan dan pemukulan secara beramai-ramai dilakukan kelompok H. RT dkk.
Kasus dugaan penganiayaan sudah dilaporkan ke Polres Rohul melalui Polsek Kepenuhan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan No: STPL/45/IX/2013/Sek.Kepenuhan, dengan pelapor atasnama Kaur Desa Pembangunan DesaTasriman beberapa hari lalu.
Namun sepertinya polisi terkesan acuh tak acuh memproses kasus atau menangkap para provokatornya yang kabarnya, salah seorang pelakunya merupakan pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Saat datang ke Satreskrim Polres Rohul, Jumat petang kemarin (27/9/2013), Kades Kepenuhan Raya Ahmad Imran didampingi Camat Kepenuhan Evan Sanjaya dan Kaur Pembangunan Desa Tasriman.
Menurut Ahmad Imran kepada wartawan, kasus berawal dari desakan warga agar kebun desa yang selama ini dikelola H.RT dkk dibawa rapat kembali, sebab harga dan timbangan dinilai tidak sesaui lagi dengan standarnya.
Sesuai desakan warga lain lagi, kontrak dengan H.RT juga akan berakhir pada Oktober nanti. Dari itu, warga mendesak Ahmad Imran untuk menyusun pertemuan antara masyarakat dengan H. RT dkk.
Pada Rabu lalu (25/9/2013), sekitar pukul 17.30 WIB, lantas Kades dengan perangkat desa lain datang ke rumah H.RT dengan maksud mengundangnya dan membawa undangan rapat terkait kontrak kebun desa kerjasama antara warga dengan PT PIS.
Namun, sesampainya di rumah H.RT, Kades malah mendapatkan perlakuan tidak wajar. Dia disekap sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB oleh pelaku di rumahnya dengan kawalan ketat tukang pukul. selain handphone disita, wajahnya justru memar yang kata korban habis dipukuli oleh pelaku.
Bukan itu saja, bahkan Kades mengaku dipaksa oleh pelaku memakan surat undangan rapat yang rencananya untuk diberikan kepada pelaku. Kades mengakui baru dilepaskan Rabu malam sekitar 22.00 Wib. Didampingi Kaurnya, penganiayaan itu dilaporkan ke Polsek Kepenuhan.
Meski korban sudah melapor, namun H.RT dkk, kembali berulah pada Jumat (27/9/2013) sekitar pukul 11.30 WIBM Kali ini korbannya Kaur Pembangunan Desa Kepenuhan Raya, Tasriman. Saat hendak shalat Jumat, dia dihajar H.RT dan rekan-rekannya di kediamannya hingga babak belur. Di bagian pelipis matanya memerah seperti darah menggumpal, sedangkan punggungnya luka-luka.
Tasriman selamat dari penganiayaan setelah berhasil melarikan diri ke hutan setempat. Dia baru pulang setelah Camat Kepenuhan Evan Sanjaya dan anggota Polsek Kepenuhan memintanya pulang melalui selulernya dan memberikan jaminan keamanan.
Tasriman awalnya bersikukuh tak mau pulang, karena dia diancam akan dibunuh. Namun adanya jaminan camat, Jumat sekitar pukul 16.30 WIB, dia memberitahukan posisinya dan langsung dijemput oleh camat dan anggota polisi dari Polsek Kepenuhan.
Pada Jumat malam, didampingi Camat Kepenuhan, Kades dan Kaur nya datangi Sat Reskrim Polres Rohul untuk meminta perlindungan hukum. Namun, menunggu hingga Sabtu dinihari, Kades dan aparat desa Kepenuhan Raya seperti tidak ditanggapi.
Kasat Reskrim AKP Syahruddin Tanjung yang dihubungi wartawan via ponselnya mengaku sedang makan, namun hingga Sabtu dinihari pukul 00.01 WIB, dia tak kunjung datang. "Kasus sudah di terima laporannya," kata Syahruddin singkat via selulernya.
Laporan Tasriman akhirnya diterima juga oleh pihak Satreskrim Rohul. Dia dimintai keterangan sejak pukul 21.22 WIB hingga pukul 00.00 WIB.
Camat Kepenuhan Evan Sanjaya mengatakan Kades sebagai simbol negara, jadi tak wajar menerima perlakuan kriminal seperti itu, apalagi sifatnya penganiayaan dan pemukulan. Dia berharap Polres Rohul menegakan hukum sesuai aturan, tidak padang bulu terhadap pelaku.
Ketua Lembaga Bantuan Hukum BKPRMI Rohul Ilamsyah, SH, melihat tindakan anarkis dan arogansi H. RT CS serta sikap Polres Rohul dalam mengusut kasus yang dinilainya terkesan tak bernyali. Dia meminta Polda Riau turun tangan, dan jika perlu memeriksa anggotanya mengapa takut memprosesnya.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

