• Home
  • Hukrim
  • Puluhan Jurnalis Demo Kantor KPPBC Dumai

Sebut Wartawan Pencuri,

Puluhan Jurnalis Demo Kantor KPPBC Dumai

Senin, 28 Oktober 2013 15:12 WIB

DUMAI - Lagi-lagi pelecehan profesi seorang wartawan kembali dilakukan oleh oknum pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai, yang bertugas di pelabuhan penumpang milik PT. Pelindo Cabang I Dumai. 

Pelecehan yang dilakukan oknum BC Dumai itu menyebut seorang wartawan sebagai pencuri saat melakukan pengambilan foto di sekitaran mesin X-ray yang ada di Pelabuhan Penumpang milik PT. Pelindo Dumai. Sontak, kejadian memicu rekan seoprofesi untuk melakukan aksi demo damai di halaman kantor KPPBC Dumai, Senin (28/10/13).

Dalam kasus pelecehan profesi wartawan ini korbannya bernama, Iwan Ceper, yang bekerja di media cetak Harian Riau Hari Ini. Bahkan sebelum aksi demo dilakukan, pihak pimpinan redaksi Harian Riau Hari Ini, melayangkan surat kepada instansi tersebut. Namun, upaya jawaban dari KPPBC Dumai, hingga demo berlangsung tidak ada balasan.

Kalangan kuli tinta yang meresa profesinya dilecehkan oleh seorang oknum di instansi KPPBC Dumai, membawa alat peraga spanduk dan karton bertuliskan "Kami Wartawan Bukan Maling". Aksi damai yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini, juga tidak membuahkan hasil maksimal.

Mayonal, seorang wartawan dari Harian Tribun Pekanbaru menilai pihak instansi KPPBC Dumai, tidak berani menunjukkan oknum yang berani melakukan pelecehan profesi wartawan. Hal itu dilihat dari perkataan yang disampaikan Kepala KPPBC Dumai, Dwijo saat menemui kalangan jurnalis di depan kantornya.

"Lihat saja kepala BC tidak berani menunjukkan oknum yang berjaga di pelabuhan penumpang. Malah, kepala BC membelit-belitkan keterangannya. Bahkan tuntutan kita saja tidak ada satupun yang dikabulkan. Makanya, kita mendukung penuh kawan kita melanjutkan proses hukum," kata Mayonal.

Kepala KPPBC Dumai, Dwijo sendiri saat memberikan keterangan dihadapan kalangan wartawan mengatakan, bahwa kejadian itu tidak seperti yang disampaikan pada aksi demo ini. Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan di internal, petugasnya tidak ada menyebut maling kepada Iwan Ceper.

"Dari informasi tidak ada perkataan maling kepada Iwan Ceper, petugas kita mengatakan kenapa mengambil foto mencuri-curi. Bahkan yang bersangkutan (Iwan Ceper.red) tidak menggunakan kartu tanda pengenal (Id Card) dalam melaksanakan tugas dilapangan," tutur Dwijo kepada awak media.

Apa yang disampaikan Kepala KPPBC Dumai, langsung dibantah keras oleh Iwan Ceper. Dari pengakuannya, dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, dirinya selalu menunjukkan kartu tanda penggenal. "Saya melakukan peliputan selalu menggunakan tanda pengenal dan meminta izin dari pihak petugas Pelindo Dumai," kata Iwan.

Aksi yang tidak membuahkan hasil itu, bakal dilakukan aksi lanjutan dengan mengadukan persoalan ini ke lembaga DPRD Dumai, yang menangani bidang hukum. Maksud dan tujuan itu, nantinya untuk menemukan jalan keluar soal kasus pelecehan profesi seorang wartawan.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar