Puluhan Pemuda Pancasila Dumai Copot Baliho Lecehkan Negara
Selasa, 28 Oktober 2014 16:58 WIB
DUMAI - Puluhan Pemuda Pancasila di Kota Dumai mencopot baliho 17 Agustus 2014 milik Pemko Dumai yang dinilai melecehkan negara di Jalan Sudirman Kota Dumai depan Taman Bukit Gelanggang, meletakkan bendera merah putih di bagian bawah.
Pencopotan baliho besar itu bertepatan dengan hari ulang tahun Pemuda Pancasila ke 55. Pencopotan sendiri dilakukan usai mengikuti upacara bersama yang dilaksanakan di Lapangan Bukit Gelanggang.
Baliho yang dicopot itu mengambarakan burung garuda juga berada di bagian bawah. Gambar burung garuda berwarna emas, dibuat dengan paruh menganga. Sementara gambar Walikota Dumai Khairul Anwar, Wakil Walikota Agus Widayat dan Sekdako Dumai Said Mustafa berada pada bagian atas.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Dumai Timur Aris Chandra, mengatakan bahwa pencopotan baliho ini merupakan kepedulian organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila yang merasa prihatin dengan gambar negara terkesan dilecehkan.
Padahal, pihaknya sudah meminta kepada Pemko Dumai untuk segera menurunkan baliho tersebut, namun tidak kunjung diturunkan juga. Baliho besar itu masih terpajang di bando (Papan Reklame) yang setiap hari dilihat masyarakat banyak.
"Kita sudah menyerukan untuk segera di copot baliho tersebut, tapi sampai hari ini membuat kita turun kelapangan untuk mencopotnya. Aksi kami ini merupakan protes keras terhadap lambang negara yang dilecehkan," tegasnya, Selasa (28/10/14).
Aris Chandra, menghimbau kepada Pemerintah Kota Dumai untuk selalu jeli dalam pembuatan baliho yang membawa lambang negara. Tidak hanya itu saja, Pemko Dumai juga harus tepat mengambil tenaga design untuk membuat baliho menyangkut kenegaraan.
Menurutnya, jika salah mengambil orang, ujung-ujungnya baliho milik Pemerintah Kota Dumai melecehkan seperti itu. Kemudian, Pemko Dumai tidak mempertimbangkan hal-hal yang prinsip dan sakral. Ini semacam selera rendahan, yang tidak tahu makna dari lambang negara.
"Cukup sekali ini saja ada baliho seperti ini. Kami sebagai Ormas sangat kecewa berat dengan adanya pemasangan baliho kenegaraan dilecehkan. Kedepannya, instansi Pemko Dumai harus jelas memanfaatkan tenaga pembuat gambar di baliho, jangan kejadian ini terulang kembali. Kami sebagai masyarakat malu melihatnya," tegasnya.***(adi)
Pencopotan baliho besar itu bertepatan dengan hari ulang tahun Pemuda Pancasila ke 55. Pencopotan sendiri dilakukan usai mengikuti upacara bersama yang dilaksanakan di Lapangan Bukit Gelanggang.
Baliho yang dicopot itu mengambarakan burung garuda juga berada di bagian bawah. Gambar burung garuda berwarna emas, dibuat dengan paruh menganga. Sementara gambar Walikota Dumai Khairul Anwar, Wakil Walikota Agus Widayat dan Sekdako Dumai Said Mustafa berada pada bagian atas.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Dumai Timur Aris Chandra, mengatakan bahwa pencopotan baliho ini merupakan kepedulian organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila yang merasa prihatin dengan gambar negara terkesan dilecehkan.
Padahal, pihaknya sudah meminta kepada Pemko Dumai untuk segera menurunkan baliho tersebut, namun tidak kunjung diturunkan juga. Baliho besar itu masih terpajang di bando (Papan Reklame) yang setiap hari dilihat masyarakat banyak.
"Kita sudah menyerukan untuk segera di copot baliho tersebut, tapi sampai hari ini membuat kita turun kelapangan untuk mencopotnya. Aksi kami ini merupakan protes keras terhadap lambang negara yang dilecehkan," tegasnya, Selasa (28/10/14).
Aris Chandra, menghimbau kepada Pemerintah Kota Dumai untuk selalu jeli dalam pembuatan baliho yang membawa lambang negara. Tidak hanya itu saja, Pemko Dumai juga harus tepat mengambil tenaga design untuk membuat baliho menyangkut kenegaraan.
Menurutnya, jika salah mengambil orang, ujung-ujungnya baliho milik Pemerintah Kota Dumai melecehkan seperti itu. Kemudian, Pemko Dumai tidak mempertimbangkan hal-hal yang prinsip dan sakral. Ini semacam selera rendahan, yang tidak tahu makna dari lambang negara.
"Cukup sekali ini saja ada baliho seperti ini. Kami sebagai Ormas sangat kecewa berat dengan adanya pemasangan baliho kenegaraan dilecehkan. Kedepannya, instansi Pemko Dumai harus jelas memanfaatkan tenaga pembuat gambar di baliho, jangan kejadian ini terulang kembali. Kami sebagai masyarakat malu melihatnya," tegasnya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

