Jalan Hendak Dibongkar,
Ratusan Warga Nyaris Bentrok dengan Kontraktor di Dumai
Sabtu, 15 Februari 2014 16:37 WIB
DUMAI - Progam lanjutan pembangunan jalan utama yang menghubungkan Kelurahan Basilam Baru dan Kelurahan Tanjung Penyebal Kecamatan Sungai Sembilan kini sedang konflik. Pemicunya adalah, pihak kontraktor hendak melakukan pembongkaran jalan yang dibagunan mengunakan sistem bases tersebut, Sabtu (15/2/14).
Kontraktor merasa kecewa karena anggaran lanjutan proyek pembangunan jalan tidak disetujui oleh DPRD Dumai pada APBD 2014. Kontraktor yang merasa dirugikan berencana membongkar kembali penimbunan base yang secara fisik sudah rampung 99 persen tersebut. Namun, niat kontraktor digagalkan warga setempat karena warga 8 RT yang tergabung pada 3 Kelurahan sangat membutuhkan pembangunan jalan poros itu.
"Kami sudah menunggu berpuluh-puluh tahun untuk pembangunan jalan ini, kenapa sekarang baru mulai dibangun dan harus dirusak kembali. Kami sebagai masyarakat siap turun ke jalan untuk pempertahankan pembangunan ini. Kalaupun kontraktor merasa dirugikan, jangan jalan kami menjadi imbasnya," ujar Agus Susanto, ketua LPMK Kelurahan Basilam Baru.
Setelah sempat bentrok dan beradu argumen antara warga setempat dengan pihak kontraktor, akhirnya warga memilih untuk mendesak penyelesaian kepada DPRD Dumai pada Selasa (18/2/14) mendatang. Keputusan itu diambil setelah masyarakat medengar keluhan kontraktor yang mana dana pengerjaan kelanjutan proyek TA 2013 tersebut tidak kembali dianggarkan pada APBD 2014 meski sudah diusulkan Dinas Pekerjaan Umum Dumai.
"Jangan jadikan kami bahan untuk konspirasi politik, silahkan DPRD membangun apapun dikota sana, yang kami minta pembangunan jalan di daerah pinggiran Dumai ini mohon jangan diganggu apalagi digagalkan. Jika tidak ada penyelesaian dari pemerintah dan DPRD kita akan datangi DPRD dan mendesak agar bajed alokasi pembangunan jalan tetap dianggarkan," ungkap Indra Sukma, seorang tokoh masyarakat.
Dikatakan Indra, biasanya warga butuh satu hari untuk mengeluarkan hasil panen akibat jalan yang berlumpur. Tidak itu saja, jalan akses siswa sekolah juga sulit ketika musim penghujan datang, bahkan guru-guru mengajar yang notabene bermukim di luar daerah ini juga terpaksa menginap akibat jalan tidak bisa dilewati. Kini jalan sudah bagus kenapa harus dibongkar kembali.
"20.000 jiwa membutuhkan jalan ini, sekian banyak penderitaan yang kami hadapi selama berpuluh-puluh tahun akibat jalan yang berlumpur. Sekarang baru mulai menikmati jalan sedikit bagus sudah digagalkan oleh DPRD, kami tidak terima keputusan DPRD yang tidak memasukkan anggaran pembangunan jalan ini pada APBD 2014," tegas ketua LPMK yang didampingi warga sekitar.
Sementara kontraktor pemenang tender pengerjaan jalan yaitu PT Duta Perdana Dumai dan PT Temako Raya, Zainudin Zainal mengatakan dirinya sangat merasa dirugikan dengan keputusan DPRD tersebut, karena pekerjaan penimbunan jalan sudah selesai 99 persen hanya tinggal finishing. Dengan kondisi seperti ini tentunya membuat dirinya mengambil langkah seperti ini dengan cara membongkar kembali pembangunan.
"Kita bersama warga akan menuntut DPRD untuk melanjutkan penganggaran terhadap pembangunan jalan yang dialokasikan Rp 9 miliar pada 2013 lalu. Namun akibat intensitas curah hujan tinggi pada akhir 2013 sehingga pengerjaan baru bisa lanjut pada awal 2014, sementara pihak PU sudah memberikan surat untuk kelanjutan pengerjaan ini pada 2014 selama 60 hari, makanya kami selesaikan segera dengan tambahan waktu itu," pungkasnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

