• Home
  • Hukrim
  • Security PT. KLK Usir Empat Wartawan Saat Dampingi Walikota Dumai

Security PT. KLK Usir Empat Wartawan Saat Dampingi Walikota Dumai

Senin, 02 Juni 2014 16:49 WIB

DUMAI - Kunjungan Walikota Dumai H Khairul Anwar SH bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai ke PT Kuala Lumpur Kempong KLK), Senin (2/6/14) ternodai akibat arogansi oknum security perusahaan asal Malaysia tersebut.

Pasalnya empat orang wartawan media cetak dan elektronik yang sengaja hadir untuk meliput kunjungan Walikota Dumai dan Kepala Disnakertrans) Kota Dumai dilarang masuk. 

Kendati sudah dijelaskan bahwa kehadiran mereka atas undangan Kepala Disnakertrans Kota Dumai, oknum security tersebut tetap tidak mengizinkan keempat wartawan tersebut masuk ke dalam.

Yusrel, wartawan media cetak mengaku bukan hanya dilarang masuk, tapi justru diusir. Sesampainya di pintu masuk perusahaan, keempat wartawan di hadang oknum Security bernama Masran dan membentak wartawan. "Dari mana, mana undangan kalian," tanya Masran. 

Meski sudah dijelaskan bahwa kehadiran mereka atas izin dan diajak Kepala Disnakertrans Kota Dumai, namun oknum security tersebut tetap melarang dan menyuruh pulang kalangan awak media yang hendak melakukan peliputan.

"Ini perintah dari atasan saya. Di atas (dalam kantor) sudah ada 2 wartawan. Satu berambut keriting, satu lagi datang pakai mobil. Sudahlah, kalian minta saja berita sama dia nanti," saran Masran dengan nada membentak. 

Tidak sampai disitu, Yusrel pun menelepon Amiruddin. Amiruddin memberikan telepon ke HRD PT. KLK Anthony Pantow. Lalu Anthony Pantow menyuruh Yusrel dan wartawan lainnya masuk. 

"Kurang ajar anak buah bapak ini pak. Kami datang baik-baik malah diusir. Saya datang ini juga dilengkapi identitas resmi dari perusahaan media, bukan wartawan abal-abal," cetus Yusrel sedikit terpancing emosi. 

Ketika mendengar perintah dari atasannya agar wartawan disuruh masuk, oknum security tersebut menyusuh mereka masuk. Namun demikian, Yusrel pun tidak mau lagi masuk, setelah mendapat perlakuan tidak mengenakkan itu. 

Setelah dikonfirmasi ulang ke Anthony Pantow, ia mengucapkan mohon maaf kepada wartawan yang mendapat perlakuan kasar dari pihak Security. Bahkan, ia mengatakan hal yang berbeda dengan keterangan dan alasan Security mengusir wartawan. 

"Maaf pak, tidak ada arahan dari saya untuk melarang Bapak-bapak masuk. Sekali lagi saya minta maaf," katanya melalui pesan singkat kepada Mayonal wartawan harian Tribun Pekanbaru. 

Menurutnya, pihaknya memang sengaja mengundang Walikota Dumai dan Kadinakertrans untuk melihat perkembangan PT. KLK. Bahkan, kunjungan itu terbuka untuk media yang hendak meliput. 

Sebagai data tambahan, PT. KLK merupakan perusahaan pengolah Crude Palm Oil (CPO) di areal industri PT. Pelindo I Dumai. Perusahaan baru sekitar 2 tahun beroperasi di Dumai. Ada berbagai kasus yang pernah terjadi di perusahaan asal Kuala Lumpur tersebut.

Di antaranya, kasus pelecahan bendera Merah Putih yang dilakukan oknum  menejer perusahaan bernama Achin, WN Malaysia. Kemudian, kecelakaan kerja sudah dua kali terjadi di  perusahaan tersebut dan menelan korban jiwa.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar