Seorang Nelayan Hilang, Dishub Meranti Langsung Adakan Rapat Dadakan
Rabu, 22 Januari 2014 17:32 WIB
SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendadak menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial Kepulauan Meranti, Rabu (22/10/2014) siang.
Rapat ini terkait dengan hilangnya salah satu warga Desa Bantar, Khaidir Bin Arifin (54) seorang nelayan Jala Bantar Darat RT09 RW06 Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Pemkab Meranti yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Meranti, Drs H Iqaruddin MSi, mengatakan saat ini perairan di Meranti sangat tidak bersahabat (ekstrim, red).
"Saat ini musim utara, kondisi perairat tidak bersahabat," katanya dalam rapat Koordinasi itu.
Untuk itu, Ketua KORPRI Meranti itu juga berpesan agar semua yang beraktivitas di laut agar tertib. Para nelayan diminta untuk hati-hati, dan kepada pengusaha kapal penumpang agar lebih memperhatikan nelayan-nelayan yang menggunakan sampan kecil, dan bot-bot kecil yang bermuatan agar tidak terjadi kecelakaan.
"Kita juga berharap Dinas Perikanan juga harus mengatur di laut itu, karena banyak gumbang yang dipasangkan di perairan, sehingga membuat jalur lintasan sudah mulai padat perairan," kata Iqaruddin lagi.
Rakor yang juga dihadiri Dishub Meranti, Disos Meranti, Staff Ahli, Kabag Humas Setda Meranti, Kabag Umum Setda Meranti, dan beberapa SKPD ini terkait hilangnya warga Bantar di Perairan Selat Air Hitam, Selasa (21/1/2014).
Hingga siang hari Rabu itu, pencarian masih dilakukan. Namun, sempat juga dihentikan karena ombak tinggi sehingga membahayakan keselamatan yang berada di perairan Selat Air Hitam itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (21/1/2014) sekitar Jam 10.00 Wib Khaidir Bin Arifin yang merupakan Nelayan warga Jalan Bantar Darat RT09 RW06 Kecamatan Rangsang Barat, menuju ke Selatpanjang dari Bantar dengan perahunya.
Adapun maksud Khaidir mau menjual hasil jaring yaitu ikan sampai sore belum juga pulang ke rumahnya. Informasi yg diterima dari Masyarakat Desa Sialang Pasung, bahwa sampan yg digunakan terdampar di Desa Sialang Pasung. (roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

