• Home
  • Hukrim
  • Terputus, Polda Riau Kesulitan Ungkap Jaringan 4 Kilogram Sabu

Terputus, Polda Riau Kesulitan Ungkap Jaringan 4 Kilogram Sabu

Hadi Pramono Jumat, 16 Maret 2018 20:32 WIB
Polda Riau ekspos kasus sabu 4 kg dengan 2 tersangka Anto (34) dan Rudi (36), warga Pekanbaru.
PEKANBARU - Kasus sabu 4 kilogram  yang diamakan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau di Pasar Minggu lintas Duri, Kecamatan Kandis, Senin (12/3/2018) lalu, ternyata sulit diungkap.

"Untuk lidik sampai tuntas sulit, jaringan mereka ini terputus. Tidak kenal satu sama lainnya," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hariono kepada halloriau.com, Jumat (16/3/2018). 

Antara dua kurir ini, Anto (34) dan Rudi (36) warga Pekanbaru tidak saling mengenal satu sama lainnya. Bahkan komunikasi mereka hanya via telpon, sampai ke si penerima barangpun juga sama. 

"Mereka ini tidak kenal dan belum pernah ketemu. Sistemnya terputus-putus, cuma via telpon untuk ketemu dan menjemput sabu ini," kata Hariono. 

Adanya laporan menyebutkan bahwa pelaku akan melakukan transaksi narkoba di wilayah Duri. Dua pelaku sebagai kurir ini ditugaskan menjemput dan mengantarkan pesanan seseorang yang belum diketahui saat ini. 

"Kurir sabu ini rencananya akan bertemu di daerah Bukit Batu, daerah Bengkalis. Sabu 4 kilogram ini akan dibawa ke Pekanbaru oleh pelaku," ujar Hariono.

Saat penangkapan berlangsung, pelaku memiliki tugas masing-masing di jalan. Dengan menyewa dua mobil rental sebagai transportasinya, satu mobil untuk mengawsi jalanan dari pantauan gangguan. 

"Jadi Anto mengemudi mobil Suzuki Ertiga dengan membawa sabu 4 kilogram. Lalu Rudi menggunakan Suzuki Karimun, tugasnya memantau jalan di depan dari pantauan polisi. Jarak kedua mobil ini cuma 1 kilometer," terang Hariono. 

Dari hasil pengembangan, pelaku baru sekali melakukan aksinya ini sebagai kurir sabu. Sehari sebelumnya, mereka sempat menginap di salah satu hotel di Duri dengan mengantongi uang transportasi Rp 1 juta. 

"Untuk pengembangan kasus ini masih terus kita lanjutkan, mesti mendapatkan kesulitan antar pelaku kurir narkoba dengan bandarnya terputus dalam kata lain tidak saling kenal," pungkas Hariono. 

Atas perbuatannya, dua pelaku ini dikenakan dengan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba. Ancaman hukum mati dan 20 tahun penjara. 

(hlc/rdk)
Tags NarkobaPolda RiauPolres Bengkalis
Komentar