• Home
  • Hukrim
  • Tersangka Sodomi dan Mutilasi di Siak Kubur Korbannya di Duri

Tersangka Sodomi dan Mutilasi di Siak Kubur Korbannya di Duri

Jumat, 08 Agustus 2014 17:23 WIB

 DURI - Kasus penculikan, sodomi, pembunuhan dan mutilasi yang kini ditangani Polres Siak bisa jadi ada kaitan dengan kasus hilangnya dua anak di wilayah hukum Polres Bengkalis. Namun dugaan itu sama sekali belum bisa dipastikan. Diperlukan serentetan proses pembuktian untuk menyimpulkan itu.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo, Jumat (8/8/14) saat dikonfirmasi riauterkini.com melalui sambungan telepon genggamnya. "Berdasarkan pengakuan tersangka (MD dan DD) kepada penyidik Polres Siak, ada enam anak yang telah mereka bunuh. Empat di antaranya dibuang di wilayah Siak. Dua lagi dibuang di wilayah Polres Bengkalis," jelas Andry. 

Dikatakan Kapolres, anggotanya masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan. Kamis (7/8/14), penyidik Polres Siak bersama penyidik Polres Bengkalis membawa tersangka ke Mandau. Tersangka diminta menunjukkan dimana mereka mengubur korbannya. 

Apakah kerangka korban yang ditemukan merupakan anak yang dilaporkan hilang wilayah Siak, belum dipastikan. Juga belum bisa disimpulkan bahwa kerangka itu merupakan tulang-belulang salah seorang dari dua anak yang dilaporkan hilang di wilayah hukum Polsek Mandau pada 2013 dan 2014. 

"Itu akan diketahui setelah uji forensik. Apakah hasil uji post mortem terhadap kerangka yang ditemukan cocok dengan ciri anak yang dilaporkan hilang di Siak maupun di Mandau atau tidak, akan diketahui dari uji labor," tambah Kapolres. 

Kapolres mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih rinci. Dia minta menghubungi Kapolsek Mandau untuk memastikan dimana lokasi kuburan yang ada di wilayah Kecamatan Mandau itu. "Tadi (kemarin) Kapolsek Mandau melapor ke saya. Informasi lebih detil silakan tanya Kapolsek," kata Andry. 

Satu Kerangka Manusia Ditemukan 

Penyisiran yang dilakukan penyidik Polres Siak dibantu jajaran Polres Bengkalis bersama dua tersangka sodomi dan mutilasi Pasangan suami istri (Pasutri) MD dan DD, Kamis (7/8/14) berhasil menemukan satu kerangka di wilayah hukum Polsek Mandau. Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Mandau Kompol Jose DC Fernandes ketika dihubungi dihubungi riauterkini.com, Jumat (8/8/14). 

"Memang satu tulang kerangka didapat. Dua (korban) lagi, kata tersangka, dimutilasi di tempat itu juga. Tapi setelah dicari tak ditemukan. Polisi belum bisa menyimpulkan apakah korban memang benar dibunuh disitu atau tidak. Perlu ada pembuktian DNA, apakah kerangka itu sesuai dengan keterangan tersangka dan laporan anak hilang," ujar Jose. 

Diakui Kapolsek Mandau, jajaran Polres Siak dibantu penyidik Polsek Mandau Kamis melakukan penyisiran di tiga tempat sesuai informasi dari tersangka. Dimana saja lokasi itu, Jose tak bersedia menyebut dengan alasan khawatir warga beramai-ramai mendatangi tempat itu sehingga berpotensi menghilangkan barang bukti. 

Kerangka siapa yang berhasil ditemukan di wilayah Polsek Mandau itu pun belum bisa dipastikan. Kapolsek berharap media maupun warga tidak buru-buru menyimpulkan bahwa yang ditemukan itu adalah kerangka anak Duri yang hilang beberapa waktu lalu. Secara kasat mata, dengan alasan bukan keahliannya, Jose sendiri belum bisa memastikan apakah kerangka itu milik anak-anak atau orang dewasa. 

"Untuk menentukan itu kerangka siapa tak bisa serta-merta. Dibutuhkan waktu untuk mensinkronkan DNA pihak keluarga dengan hasil uji forensik dan keterangan tersangka. Kondisi kejiwaan tersangka pun perlu diperiksa, apakah dia asal bicara atau tidak. Apalagi tersangka sempat mengaku bahwa kerangka yang ditemukan itu orang gila," ujar Kapolsek. 

Ditambahkan Jose, kerangka manusia yang berhasil ditemukan di sebuah tempat di Mandau, Kamis (7/8/14) sudah dibawa penyidik Polres Siak bersama kedua tersangka untuk penyidikan lebih lanjut. Kasus menghebohkan ini pun akan terus didalami penyidik. Tak hanya di Polres Siak, tapi juga di jajaran Polres Bengkalis. Karenanya menurut Kapolsek, hari ini sejumlah personel Polsek Mandau masih menyisiri tempat-tempat sesuai keterangan tersangka. 

Jose juga mengakui adanya dua laporan anak hilang di wilayah hukum Polsek Mandau. Masing-masing pada 16 Maret 2014 dan satu lagi pada tahun 2013 silam. Kaitan kedua kasus itu dengan temuan tulang kerangka di Mandau hari Kamis itu masih sangat kabur.***(hen)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar