Tuntut Tarif Naik, Oplet dan Bus Kota Mogok
Jumat, 21 November 2014 16:13 WIB
PEKANBARU : Imbas dari kenaikan harga BBM paling dirasaikan angkutan umum. Karena itu, seratusan supir oplet dan bus kota menggelar demo di Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (21/11/14) selepas tengah hari. Mereka mendesak Walikota Firdaus secepatnya mengeluarkan SK kenaikan tariff.
"Sejak BBM naik biaya operasional kami naik, tapi tariff belum naik. Bukan dapat uang, kami malah rugi. Karena itu, tariff harus dinaikan sekarang juga," ujar Indra, supir oplet jurusan Tengerang kepada sejumlah awak media di sela-sela aksi.
Dijelaskan Indra, saat ini tarif resmi angkutan kota di Pekanbaru Rp3000, jumlah tersebut dinilai sudah tidak memadai dan membuat para supir oplet kesulitan mendapatkan penghasilan. Karena itu, perlu dinaikan menjadi Rp4000.
Selain menggelar demo mendesak kenaikan tarif, para supir oplet dan bus kota juga mendesak agar Pemko Pekanbaru juga menyamakan tarif Bus Trans Metro. Sebab, jika ongkos bus milik Pemko Pekanbaru tak naik, mereka mengeluhkan sepinya penumpang.
Karena itu, dalam aksinya, para supir oplet dan bus kota menghadang setiap Bus Trans Metro yang melintas untuk turut dalam aksi tersebut. Bus dihentikan paksa dan para penumpangnya dipaksa turun.
Sampai saat ini aksi para supir oplet dan bus kota masih berlangsung. Sementara sejumlah perwakilan sudah diterima Pemko untuk merundingkan tuntutan mereka.
(son/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

