• Home
  • Hukrim
  • Walikota Berang Mobil Dinas Kadisnakertrans Dumai Digunakan untuk Transaksi Narkoba

Walikota Berang Mobil Dinas Kadisnakertrans Dumai Digunakan untuk Transaksi Narkoba

Hadi Pramono Rabu, 14 Maret 2018 20:01 WIB
DUMAI - Walikota Dumai Zulkifli AS langsung angkat bicara soal mobil dinas disalagunakan untuk perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum tenaga honorer di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai.

Walikota Dumai yang saat ini menjalankan ibadah umroh langsung memberikan perintah kepada Plt Kabag Humas Sekretariat Pemko Dumai, Riski Kurniawan untuk memberikan keterangan resmi kepada awak media, Rabu (14/3/18).

"Pak Walikota marah soal oknum tenaga honorer dengan berani memanfaatkan mobil dinas untuk transaksi narkoba. Mobil dinas itu gunanya untuk kepentingan dinas, bukan untuk transaksi narkoba," kata Riski mewakili Walikota Dumai.

Walikota Dumai mengeluarkan imbauan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau pejabat pemegang mobil dinas untuk menggunakan sebagai keperluan kedinasan dan tidak boleh digunakan selain kegiatan dinas.

"Mobil dinas itu digunakan untuk menunjang kedinasan pegawai tersebut, buka untuk kepentingan lagi. Ini fasilitas negara tidak boleh sembarangan digunakan, apalagi sampai digunakan untuk kegiatan melawan hukum," tegasnya.

Sebagai data pendukung, aparat kepolisian berhasil menangkap tersangka SE (38) warga Kota Dumai saat sedang transaksi narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukum Polsek Mandau, Kabupaten Bengkalis, Senin (11/3/18) kemarin.

Saat penangkapan berlangsung, tersangka SE menggunakan mobil dinas milik kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai. Dari pengakuan tersangka kepada polisi, SE bekerja sebagai sopir Kadisnakertrans Dumai.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 80 gram dan mobil pelat merah BM 1600 R. Kini mobil dinas, tersangka SE dan barang bukti sabu-sabu sudah diamankan di Mapolres Bengkalis.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, Suwandi mengaku kaget mendapat kabar bahwa sopirnya diamankan kepolisian karena tertangka sedang transaksi narkoba di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis.

Padahal, sopirnya berinisial SE itu pinjam mobil dinas untuk keperluan mengantar mertuannya sedang sakit. "Karena dia pinjam untuk mengantar berobat mertuannya makanya saya pinjamkan," kata Suwandi kepada awak media di Dumai.

Dirinya tidak menyangka, bahwa sopirnya telah melakukan perbuatan melawan hukum hingga akhirnya berurusan dengan polisi karena tertangkap tangan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 80 gram tersebut.

"Dia (SE) sudah berani berbuat juga harus berani bertanggungjawab atas perbuatannya. Saya sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian soal mobil dinas dan rencananya saya akan mengajukan pinjam pakai untuk mengeluarkan mobil itu," tuturya.

Apa yang dilakukan itu, kata dia, keberadaan mobil dinas itu tentunya untuk kepentingan dinas dan harus segera diurus. Jika nantinya dibutuhkan pada saat persidangan, maka mobil itu akan diantar ke pengadilan sebagai barang bukti.

"Saya juga siap menerima resikonya soal kesalahan dalam memberikan mobil dinas. Saya sebagai atas harus bertanggungjawab atas ulah anggota saya ini. Kami juga menyerahkan proses ini ke aparat penegak hukum," katanya.

Mengenai mobil dinas sendiri, Suwandi juga sudah memberikan informasi kepada pimpinan. "Begitu mendapat kabar, saya langsung memberitahu pimpinan soal mobil dinas," pungkas Plt Kadisnakertrans Kota Dumai.

(zik/zik)
Tags Mobil DinasNarkobaPolres BengkalisWalikota-DumaiWalikota Dumai
Komentar