Wanita Terdakwa Pembunuhan Bayi Melahirkan Seorang Putra
Jumat, 02 Januari 2015 22:28 WIB
PEKANBARU : Terdakwa kasus pembunuhan bayi, Yulia alias Dona alias Putri Juni (20) bisa berbahagia di penghujung tahun 2014. Ia dikaruniai seorang anak laki-laki. Anaknya yang belum diberi nama itu lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Rabu (31/12/14). Kini, ia masih di rawat dengan diawasi aparat.
Suami terdakwa, Saparudin (22) alias Apai sangat berbahagia. Pria yang bekerja sebagai cleaning service di Mapolresta Pekanbaru itu merasa lega atas apa yang dikhawatirkannya selama ini.
Pria yang kini tinggal di ruang Buser Sat Reskrim Polresta Pekanbaru itu berjanji akan sepenuh hati membesarkan anak kandungnya itu, karena bayi itu akan ditinggal ibunya yang akan menjalani masa hukuman penjara.
"Alhamdulillah. Saya sangat bahagia. Saya akan membesarkannya sepenuh hati. Saya ingin dia sukses dan akan saya usahakan agar ia sekolah setinggi-tingginya. Walaupun orang mencibirnya, anak seorang pembunuh," kata Apai di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (2/1/15).
Menanggapi masa penjara yang akan dijalani istrinya, Saparudin menyerahkan semunya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan pihak penegak hukum. Ia juga yakin, istrinya mampu menghadapi 'ujian' itu.
"Saya bisa merasakan bagaimana perasaan orang tua korban saat kehilangan anaknya. Namun, biarkanlah istri saya mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Diceritakannya, ia menetap dan bekerja di Mapolresta Pekanbaru sejak ia menjenguk istrinya, saat-saat istrinya baru ditangkap, sekitar empat bulan silam. Tanpa bepikir panjang, Saparudin langsung berangkat ke Pekanbaru.
"Saya memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru karena Yuli mengatakan bahwa dirinya sedang hamil lima bulan. Mendengar pengakuannya tersebut saya langsung mengambil keputusan untuk bekerja Pekanbaru agar dapat mengontrol sang istri dan bakal anak saya," katanya.
"Alhamdulillah, waktu itu Pak AKP Herman Pelani sebagai Kanit Buser (ketika itu-red) menawarkan saya kerja untuk bersih-bersih di ruangannya. Saya juga diberikan kesempatan untuk tinggal disitu. Meski istri saya pembunuh, saya tidak pernah disudutkan polisi di Mapolresta ini. Mereka semua baik kepada saya," tutupnya. ***(gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

