Warga Meranti Temukan Tulang Manusia Saat Hendak Panen Kelapa
Jumat, 05 Agustus 2016 22:26 WIB
MERANTI - Jupri, warga Sendaur Rangsangpesisir sempat kaget ketika hendak memanen kelapa tanggal 3 Agustus 2016. Pasalnya, di dalam kebun kelapa miliknya ada tulang belulang berserakan.
Jupri sempat tidak mengira itu adalah tulang manusia. Lalu, Ia pun bekerja seperti biasa, dan pulang.
Rupanya, fikiran Jupri terganggu terus mengenai penemuan tulang belulang yang berserakan itu. Pada malam hari, Jupri mengabarkan penemuan tulang itu ke Ketua RT dan RW hingga Kadus setempat.
Mendengar laporan Jupri itu, beberapa warga menuju TKP penemuan tulang. Sampai di sana, warga pun masih ragu sama tulang tersebut. Lalu, mereka pun kembali ke rumah masing-masing.
Lalu, tanggal 4 Agustus 2016 pagi, warga kembali ke TKP penemuan tulang. Agar menjawab semua keraguan, warga melaporkan ke Kepala Desa Sendaur.
Oleh kepala desa, laporan warga disampaikan pula ke Polsek Rangsabg Barat. Saat itu juga pihak kepolisian langsung turun ke TKP penemuan tulang itu.
"Kalau melihat dengan kasat mata, itu memang tulang belulang manusia," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar SIk MM melalui Kapolsek Rangsang Barat Ipda Roemin Putra, Jumat (5/8/2016).
Ditambahkan Roemin, mereka kemudian memanggil pihak dokter dari Kedaburapat. Sudah sekitar pukul 19.00 WIB, pihak dokter langsung melakukan check tulang belulang itu.
Pihak Polsek Rangsang Barat pun minta bantuan dengan Tim Forensik Polres Kepulauan Meranti.
"Setelah memastikan itu tulang manusia, saya hubungi semua kades, desa tetangga. Siapa tau memang ada anggota masyarakat mereka hilang," ujar Roemin lagi.
Rupanya, Kades Tenggayun Raya lah yang mengaku ada warganya hilang. Mereka pun langsung membawa ahli keluarga yang sempat hilang.
Menurut keterangan Zainal, yang merupakan abang kandung warga hilang, mengaku adiknya bernama Nurdin Bin Kimas usia 40 an pergi meninggalkan rumah pada 27 puasa 1437 H lalu. Waktu itu, bertepatan dengan meninggalnya ibu kandung mereka.
Ditambah lagi, kata Zainal, Nurdin memang mengalami gangguan jiwa. Karena kematian ibu kandungnya itu, mungkin membuat fikiran Nurdin berkecamuk hingga laki-laki yang gagal dalam membangun rumah tangga itu memilih kabur.
"Kita lakukan visum di RSUD. Selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dibunuh," ujar Roemin.
"Tulang belulang sudah dibawa pulang pihak keluarga, dan sudah dikebumikan," tambahnya lagi.
(rdk/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait

