Upacara HUT Satpol PP dan Satlinmas 2017

Walikota Dumai Minta Seluruh ASN Bekerja Profesional

Senin, 17 April 2017 18:25 WIB
Walikota Dumai Zulkifli AS secara langsung memimpin upacara peringatan HUT Satpol PP ke 67 dan Satlinmas ke 55 di halaman Kantor Eks Walikota Dumai Lama, Jalan HR Soebrantas, Senin (17/4/17).
DUMAI - Walikota Dumai Zulkifli AS secara langsung memimpin upacara peringatan HUT Satpol PP ke 67 dan Satlinmas ke 55 di halaman Kantor Eks Walikota Dumai Lama, Jalan HR Soebrantas, Senin (17/4/17).

Peringatan HUT Satpol PP Ke-67 dan Satlinmas Ke-55 mengambil tema "Peningkatan Peran Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat Dalam Menjaga Kemajemukan Masyarakat Di Daerah".

Menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo, Wako mengatakan kemajemukan bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Indonesia lahir dari keanekaragamam suku, agama, budaya, bahasa dan daerah asal yang tersebar luas. Ditambah, saat ini telah masuk pada era globalisasi, transparansi dan reformasi yang sedang menguji kesabaran bangsa Indonesia. 

"Tanpa disadari keadaan tersebut telah mampu menggeser nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila dan Terpatri kuat selama ini," kata Zulkifli AS, kepada peserta upacara.
Wako menghimbau kepada segenap komponen pemerintahan untuk bersama-sama menjalin kerjasama yang massif dan kondusif agar ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dapat memecah belah bangsa ini teratasi.

"Mari kita merubah paradigma dan merobah pola pikir dari dilayani ke melayani. Seperti kita ketahui bersama UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberikan keleluasaan pada daerah untuk membentuk Perda," katanya. 

Oleh karena itu, hal ini harus dimanfaatkan sehingga tercipta peraturan yang inovatif, kreatif dan implementatif dengan tetap berpedoman kepada peraturan perundang-undangan dan tidak bertentangan dengan prinsip NKRI.

"Hal yang harus diingat bahwa semangat menetapkan Perda harus diimbangi dengan semangat penegakannya. Kualitas instansi penegak perda yakni Satpol PP harus diperkuat, baik sarana prasarana, kualitas SDM," katanya.

Sedangkan Kementerian Dalam Negeri RI telah memutuskan untuk mengembangkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Satpol PP yang dipusatkan di Kabupaten Rokan Hilir Riau pada tahun 2017. 

"Hal ini bertujuan agar kualitas anggota Satpol PP dapat terukur dan terarah. Saya berharap semua dapat mendukung program ini dengan menyediakan anggaran dan kesiapan aparaturnya untuk dilatih dan di didik," jelasnya.
Sebelum mengakhiri kata sambutan, Wako Dumai menekankan kepada seluruh jajaran Satpol PP untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Selalu bangga dan menjunjung tinggi kehormatan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

2. Memberikan pelayanan yang cepat dan tepat atas ancaman, gangguan, halangan dan tantangan terkait ketenteraman dan ketertiban umum yang terjadi di masyarakat.

3. Membuka ruang dialog kepada seluruh lapisan masyarakat atas kebijakan yang hendak diambil dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Selalu peka terhadap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat sehingga kita dapat mengambil langkah antisipatif untuk menghindari dampak yang lebih besar.

5. Tingkatkan jejaring kerja, baik sesama anggota Satpol PP maupun unsur lain yang mendukung tugas dan fungsi di lapangan.

"Atas nama Pemerintah saya mengucapkan Selamat Ulang kepada seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat atas pengabdiannya dalam mengemban tugas," pungkasnya.

ASN Harus Mampu Bekerja Profesional

Walikota Dumai Zulkifli AS dengan tegas meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Dumai berkerja profesional.
Penegasan itu disampaikan Wako Dumai, saat memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) tahun 2017 yang berlangsung di Halaman Eks Kantor Walikota Dumai, Jalan HR Soebrantas.

"Tujuan utama HKN adalah untuk meningkatkan disiplin, kinerja, etos kerja, serta meningkatkan semangat kesadaran hidup berbangsa dan bernegara," katanya kepada peserta upacara peringatan HKN.

Menurutnya, dengan pola itu pada akhirnya semua menjadi aparatur Pemerintah yang profesional serta siap dan tanggap terhadap semua persoalan di daerah ini maupun bangsa dan negara.

"Saya minta kepada ASN untuk sadar bahwa Kota Dumai sudah berusia 18 tahun pada 27 April 2017 mendatang. Jadikanlah momentum ini untuk Dumai menjadi lebih baik lagi," ucapnya menambahkan. 

"Mau tidak mau, suka tidak suka, dengan usia yang sudah dewasa ini, saya menekankan, kita tidak lagi hanya membicarakan permasalah disiplin aparatur, baik disiplin kerja, disiplin waktu maupun etos kerja," timpalnya. 

Kata dia, sudah saatnya membicarakan peningkatan kualitas kerja dan berbicara masalah profesionalitas aparatur yang mampu bekerja keras dan bekerja cerdas yang tergambar dalam pola pikir dalam pola tindak terhadap Tupoksinya.

"Kalau ini tidak dapat terlaksana, bukan tidak mungkin kita akan semakin jauh tertinggal dari daerah lain yang telah dulu maju sehingga menjejaskan pencapaian dan visi serta misi pemerintahan," pungkasnya.

(Infotorial/Humas)
Tags
Komentar