• Home
  • Kesehatan
  • Dampak Kabut Asap, Penderita ISPA Bertambah Menjadi 9 Orang

Dampak Kabut Asap, Penderita ISPA Bertambah Menjadi 9 Orang

Rabu, 15 Juli 2015 15:56 WIB
PEKANBARU - Penderita ISPA akibat kabut asap yang ditimbulkan karena kebakaran hutan dan lahan di daerah itu, terus bertambah kini menjadi 9 orang berasal dari Kabupaten Rokan Hilir.

"Dari sembilan penderita itu terdiri atas jenis kelamin laki-laki sebanyak lima orang, usianya umur 6 bulan, 14 bulan, 6 tahun, 3,2 tahun, 15 tahun. Sedangkan berjenis kelamin perempuan ada empat orang  yakni umur dua tahun, 30 tahun, 11 bulan, 9 bulan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril, di Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, penderita sebagai dampak dari kabut asap di Riau memang terjadi peningkatan, namun alhamdulillah semuanya rawat jalan sehingga bisa pulang.

Ia menyebutkan, selain penderita ISPA masih berasal dari Kabupaten Rokan Hilir, tercatat seorang warga mengalami iritasi mata dan dua warga lainnya mengalami iritasi kulit.

"Namun demikian, merujuk pada pengalaman tahun 2014, diharapkan menjelang lebaran kabut asap sudah tidak ada lagi sehingga gangguan kesehatan karena kabut asap bisa dihindari," katanya.

Kendati demikian masyarakat tetap disarankan selalu memakai masker untuk menjaga kesehatan dan tingkat parah dalam menghirup asap.

Sementara itu berdasarkan laporan per 13 Juli 2015, tercatat kasus ISPA di Riau sebanyak sembilan orang.

Akan tetapi berdasarkan data pada 1-9 Juli 2015 penderita ISPA di Riau menunjukkan peningkatan jumlah mencapai 757 pasien berasal dar seluruh kabupaten dan kota, pneumoni 26, asma 29, iritias mata 50, iritasi kulit 160 orang.

Selain itu, di Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru, dilaporkan tercatat dua orang yang menderita ISPA.

Pantauan Antara Riau, kondisi kabut asap sejak Senin sore (13/7) 2015,  sudah sedikit berkurang menyusul curah hujan melanda daerah itu beberapa jam.

Namun pada beberapa hari sebelumnya daerah itu dilanda kabut asap dengan tingkat ISPU berada pada kategori udara tidak sehat. 

Bagi pelajar masih tertolong dari gangguan kabut dan asap berkaitan dengan  aktivitas proses belajar dan mengajar di daerah itu telah diliburkan sejak 13 Juli 2015 dan kembali masuk sekolah pada 27 Juli 2015.

(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar