IDI Sebut Distribusi Dokter Belum Merata di Riau

Hadi Pramono Jumat, 13 Oktober 2017 17:15 WIB
PEKANBARU - Sedikit banyaknya ada sekitar 3.000 dokter yang berada di Provinsi Riau. Jumlah ini sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan, hanya saja dalam pendistribusiannya tidak merata.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Provinsi Riau, dr Zul Asdi Sp.B mengatakan, bahwa 2.000 dari 3.000 dokter yang ada di Riau, ternyata membuka praktek di Kota Pekanbaru. Sedangkan, sisanya 1.000 dokter lagi tersebar di 11 kabupaten dan kota lainnya.

"Distribusi kita belum merata. Sebenarnya kita punya 3.000 dokter dan yang membuka praktek di Pekanbaru jumlahnya 2.000-an. Yang khusus dokter syaraf juga 50 persennya ada di Pekanbaru," urai Zul Asdi dalam Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) tahun 2017 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (13/10/2017).

Hal ini juga diakui oleh Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, memang distribusi dokter di Riau belum merata. Sehingga, pihaknya kini akan berupaya keras untuk menempatkan dokter-dokter terbaik di masing-masing kabupaten dan kota sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya disesuaikan dengan jumlah populasi masyarakat yang mendiami suatu wilayah.

"Jadi ini memang masalah distribusi dokter masih belum merata. Kita berharap IDI bersama Dinas Kesehatan (Diskes) bisa maaping (memetakan, red) lagi untuk memeratakan pendistribusian dokter," tuturnya.

Untuk diketahui, Riau tahun ini menjadi tuan rumah pelaksanaan PIN Perdossi 2017. Salah satu pertimbangannya, dikarenakan Riau memiliki banyak rumah sakit yang bertaraf internasional dan selalu mengikuti perkembangan teknologi medis.

Turut hadir dalam kesempatan ini, diantaranya Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Nuzelly Khusnedi, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir dan Ketua Perdossi Pusat Prof Dr dr M Hasan Machfoed SpS (k). 

(grc/grc)
Tags DokterGubernur RiauIDIIkatan Dokter Indonesia
Komentar