Mengenal Leptospirosis, Penyakit Langka yang Menyerang Warga Malang
Redaksi Rabu, 08 Maret 2023 09:13 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Mengenal Leptospirosis, penyakit langka yang menyerang warga Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berikut informasi lengkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, kepada wartawan mengatakan bahwa pasien yang menderita leptospirosi tersebut telah di rawat di salah satu rumah sakit.
Wiyanto memperingatkan warga untuk lebih waspada terhadap penyakit kencing tikus, karena meskipun dapat disembuhkan, dapat berakibat fatal apabila terlambat ditangani.
Lantas apa itu penyakit Leptospirosis? Leptospirosis adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini biasanya ditemukan di air yang terkontaminasi oleh urin hewan yang terinfeksi, seperti tikus atau hewan ternak.
Manusia dapat terinfeksi leptospirosis melalui kontak dengan air yang terkontaminasi atau melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi.
Gejala awal leptospirosis mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, mual, muntah, dan sakit otot.
Namun, jika tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk demam tinggi, nyeri dada, kebingungan, dan gangguan hati atau ginjal. Leptospirosis dapat berakibat fatal jika tidak diobati.
Diagnosis leptospirosis dapat dilakukan melalui tes darah dan urine untuk mendeteksi keberadaan bakteri Leptospira. Pengobatan biasanya melibatkan antibiotik, seperti doxycycline atau amoxicillin.
Pada kasus yang lebih serius, perawatan di rumah sakit dengan pemberian antibiotik intravena dan terapi suportif mungkin diperlukan.
Untuk mencegah leptospirosis, sebaiknya hindari kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi, dan pastikan untuk mencuci tangan setelah beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, vaksin untuk hewan ternak dan hewan peliharaan juga dapat membantu mencegah penyebaran bakteri Leptospira.
Gejala Leptospirosis
Bakteri ini dapat ditemukan di air atau tanah yang terkontaminasi oleh urin hewan yang terinfeksi, seperti tikus, babi, sapi, atau anjing.
Beberapa gejala umum yang mungkin muncul pada seseorang yang terinfeksi leptospirosis antara lain:
1. Demam: Suhu tubuh meningkat di atas 38°C.
2. Sakit kepala: Terutama di bagian belakang kepala.
3. Nyeri otot dan sendi: Nyeri otot dan sendi dapat terjadi di seluruh tubuh.
4. Mual dan muntah: Gejala ini seringkali menyertai leptospirosis.
5. Ruam: Kadang-kadang terdapat ruam kecil di seluruh tubuh, meskipun ini tidak selalu terjadi.
6. Konjungtivitis: Mata merah dan berair.
7. Icterus: Kulit dan mata menjadi kuning karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah.
8. Gangguan pencernaan: Terutama diare dan sakit perut.
Gejala-gejala ini biasanya muncul sekitar 5-14 hari setelah terpapar bakteri Leptospira. Namun, tidak semua orang yang terinfeksi bakteri ini mengalami gejala yang sama atau gejala sama sekali.
Beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala yang ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari perawatan medis jika Anda curiga terinfeksi leptospirosis, terutama jika Anda telah terpapar air atau tanah yang terkontaminasi.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait

