Puluhan Siswa SD Lubuk Batu Jaya Keracunan Makanan
Rabu, 29 April 2015 19:35 WIB
RENGAT - Puluhan siswa SD 004 SP I Sei Beberas Hilir Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diduga keracunan makanan. Dari puluhan siswa yang diduga keracunan makanan ini, 11 korban masih dirawat di Puskesmas Kulim Jaya dan 9 korban lainya dirawat di Puskesmas Sei Lala.
Keracunan puluhan siswa ini diduga berawal dari makanan nasi goreng yang dikonsumsi para siswa pada Selasa (28/4/15) sebagaimana disampaikan, salah satu orang tua siswa bernama Zulfajri (35) yang anaknya bernama Habil (8) ikut menjadi korban.
"Gejala keracunan ini diketahui sekitar jam 22.00 Wib tadi malam, setelah anak saya muntah-muntah, mual dan pusing. Seusai makan nasi goreng sekitar jam 15.00 Wib dikantin MDA Miftahul Ulum yang berada disamping sekolah anak saya," ujarnya.
Diungkapkanya, setelah mengalami gejala keracunan tersebut baru pada pagi harinya korban dibawa ke Puskesmas Kulim Jaya, untuk menjalani perawatan.
"Ternyata di Puskesmas Kulim Jaya bukan hanya anak saya yang mengalami gejala keracunan, puluhan anak lainya dari sekolah yang sama juga mengalami gejala keracunan mirip dengan anak saya," ungkapnya.
Hal senada disampaikan orang tua siswa lainnya, Tri Purnami. Anaknya bernama Sahiful Husna siswa kelas V, menderita muntah - muntah dan diare sekitar pukul 00.00 Wib. Kemudian, pada Rabu pukul 12.00 siang, anaknya dibawa ke Puskesmas Sungai Lala, untuk mendapat perawatan.
Kepala Puskesmas Sei Lala, Syarifah Tursyina ketika dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini belum mengetahui penyebab penyakit yang diderita para siswa sekolah tersebut. Menurutnya, hingga Rabu pukul 14.00 Wib, pihaknya telah merawat 9 orang siswa dengan gejala yang sama.
"Kami belum mengetahui penyebabnya, saat ini kami fokus untuk mengobati dan merawat anak - anak ini," tegasnya.
Sementara itu Kabid Penanggulangan Penyakit dan Pengawasan Lingkungan (P2PL) Diskes Inhu Evy Irma Junita mengatakan, pihaknya mengetahui adanya dugaan keracunan makanan ini dari pihak Puskesmas Sei Lala yang saat ini masih merawat 10 korban.
"Kami dari Dinkes Inhu memang belum turun kelapangan, namun pihak Puskesmas Sei Lala telah turun kelapangan dan melakukan penyelidikan epidemiologi termasuk pengambilan sample," jelasnya.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Wabup Inhu Ajak Pahami dan Amalkan Hari Lahir Pancasila
-
Sosial
Hujan Deras Basahi Proses Pelantikan 682 Pejabat Pemkab Inhu
-
Hukrim
Inspektorat Sesalkan Bocornya Dokumen P2HP BKD Inhu
-
Hukrim
Jaksa Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Pembangunan SD 025 Inhu
-
Lingkungan
Pemilik Tongkang Royal Palma 18 Bertanggungjawab Soal CPO Tumpah
-
Politik
Sembilan Anggota DPRD Meranti Kunjungi DPPKAD Inhu

