• Home
  • Kesehatan
  • Uji Sempel Diskes Dumai Temukan Takjil Mengandung Zat Berbahaya

Uji Sempel Diskes Dumai Temukan Takjil Mengandung Zat Berbahaya

Rabu, 15 Juni 2016 15:50 WIB
DUMAI - Hasil inspeksi mendadak (Sidak) Dinas Kesehatan Kota Dumai ke sejumlah Pasar Ramadhan pada 6-9 Juni 2016 lalu menemukan takjil mengandung bahan berbahaya setelah dilakukan uji sempel di laboratorium.

"Hasil uji laboratorium ternyata masih ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya seperti Rodamin B atau zat pewarna, Boraks atau pengawet makanan, dan Siklamat atau pemanis buatan," kata Kadiskes Dumai, Paisal, Rabu (15/6/16). 

Menurutnya, zat-zat tersebut sangat dilarang digunakan pada makanan atau minuman karena berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih jeli membeli takjil di Pasar Ramadhan.

Sedangkan hasil temuan itu dari 38 sampel 4 diantaranya mengandung bahan berbahaya, terdiri dari 2 mengandung siklamat atau pemanis buatan yang ditemukan pada es cendol dipasar Ramadhan Sudirman.

Kemudian 1 mengandung rodamin atau zat pewarna pada buah Delima yang diambil dipasar Ramadhan Jaya Mukti dan 1 mengandung boraks atau pengawet makanan pada mie kuning pecel yang diambil dipasar Ramadhan Jaya Mukti.

"Setelah menemukan takjil yang menggunakan bahan berbahaya, kami akan menegur sipenjual takjil dan akan menelusuri ke tempat pengolahan bahan baku tersebut. Semua itu kita lakukan demi kesehatan masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, kata Faisal, pihaknya telah melakukan Sidak dan mengambil beberapa sampel makanan dan minuman berbuka atau takjil yang dijual  di pasar ramadhan. Sampel tersebut diambil pada 6 – 9 Juni 2016 lalu.

Sampel yang diambil adalah es cendol, cincau, mie goreng, mie pecel, tahu pecel, delima, capucino cincau, mie kuning, kolang kaling, kue lapis, onde-onde tusuk, mutiara, kripik ubi lidi, mie kuning, kue bolu kukus, kue gulung, saos, bakso bakar dan lainnya.

(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ramadhan
Komentar