Alamak, Kabupaten Bengkalis Gagal Raih Adipura 2015

Selasa, 24 November 2015 19:42 WIB
BENGKALIS - Kabupaten Bengkalis gagal mendapatkan Piala Adipura kategori kota kecil terbersih. Berturut- turut 3 tahun belakangan mendapatkan gelar, tahun 2015 ini Bengkalis dinyatakan gagal mendapat penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Republik Indonesia.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Arman AA ketika dikonfirmasi membenarkan gagalnya kota Bengkalis meraih Adipura tahun 2015. Menurutnya kegagalan Bengkalis disebabkan adanya 2 kelemahan yakni TPA dan Bank Sampah.

"Di Riau tidak ada yang mendapatkan Piala Adipura. Kalau penghargaan ada, penerima penghargaan sertifikat itu Pelalawan, Rokan Hulu, Kuantan singingi, Inhu dan Penghargaan Plakat Kabupaten Siak," kata Arman AA, Selasa (24/11). 

"Ada 2 kelemahan kita gagal mendapatkan Adipura, pertama ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kedua Bank Sampah yang harus kita benahi dan kita genjot. Karena kedua hal tersebut penilaiannya tinggi,"tambahnya.

Selain itu sebutnya, penilaian Adipura sangat ketat, untuk tahun 2015, penilainya dari tahun 2014,"Jadi penilaiannya sangat ketat. Kedepan, apa yang menjadi kelemahan akan kita benahi dan kita genjot dengan SKPD terkait,"imbuh Arman mantan Kadishubminfo Kabupaten Bengkalis. 

Penyebab Gagal Raih Adipura

Meski mendulang prestasi sebagai predikat kota kecil terbersih se-Indonesia 3 tahun berturut- turut dan mendapatkan penghargaan Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup. Tahun 2015 ini, Bengkalis harus menerima kenyataan gagal mendapatkan Adipura.

Hal itu bukan tanpa alasan, Bengkalis dinilai memiliki 2 kelemahan yakni di TPA dan Bank Sampah yang harus dibenahi. Kedua tempat tersebut merupakan tempat penilaian yang terbilang tinggi angka penilaiannya.

"Di Riau tidak ada yang mendapatkan Piala Adipura. Kalau penghargaan ada, penerima penghargaan sertifikat itu Pelalawan, Rokan Hulu, Kuantan singingi, Inhu dan Penghargaan Plakat Kabupaten Siak,"kata Arman AA, Selasa (24/11). 

"Ada 2 kelemahan kita gagal mendapatkan Adipura, pertama ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kedua Bank Sampah yang harus kita benahi dan kita genjot. Karena kedua hal tersebut penilaiannya tinggi,"tambahnya.

Selain itu sebutnya, penilaian Adipura sangat ketat, untuk tahun 2015, penilainya dari tahun 2014,"Jadi penilaiannya sangat ketat. Kedepan, apa yang menjadi kelemahan akan kita benahi dan kita genjot dengan SKPD terkait,"imbuh Arman mantan Kadishubminfo Kabupaten Bengkalis. 

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar