Asap Makin Tebal, Wali Murid di Dumai Khawatir

Selasa, 25 Februari 2014 11:09 WIB

DUMAI - Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Riau kini mulai mengkhawatirkan wali murid di Kota Dumai. Pasalnya, kabut asap yang menyelimuti daerah ini pagi ini terasa makin tebal dari biasanya.

Meski kondisi cuaca membuat orang tua jadi was-was terhadap kesehatan anaknya, namun mereka tetap berupa mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah hari ini, karena pihak pemerintah daerah belum mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah.

"Kabut asap yang makin tebal ini membuat kita khawatir akan kesehatan anak-anak kita. Mereka pagi hari ini masih tetap kami antar ke sekolah, karena belum ada kebijakan untuk meliburkannya," ujar Mardani, warga Dumai, Selasa (25/2/14).

Sebagaimana dengan beberapa orang tua lainnya, Mardani sangat berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah yang cepat tanggap terhadap kondisi cuaca yang kian memburuk. Pasalnya, dikhawatirkannya makin banyak anak-anak mengalami sakit akibat kondisi cuaca yang tak sehat.

Kondisi kabut asap hari ini makin tebal. Kondisi itu sangat terasa saat bernafas dan terasa perih di mata. Tidak hanya di luar rumah, tapi kabut asap juga sangat terasa di dalam rumah.

Saat ini Kota Dumai dikelilingi oleh 11 titik api. Paling banyak terdapat di Basilam Baru, Kecematan Sungai Sembilan sebanyak 7 titik api. Kemudian di Lubuk Gaung 1 titik api, Batu Teririp, Sungai Sembilan 1 titik api dan Tanjung Palas 2 titik api. 

Ditambah temuan patroli petugas di Bukit Jin, sekitar 1 hektar lahan terbakar, dan Pangkalan Sena sekitar 5 hektar lahan. Namun, Karhutla di Bukit Subuh, yang menghabiskan 200 hektar lahan sawit tidak termasuk wilayah Dumai. Namun, 18 KK mengungsi ke Bukit Lengkung, Pelintung, Kota Dumai.

"Di daerah tersebut bukanlah wilayah Dumai. Kami sudah mengambil titik koordinatnya. Namun, untuk memadamkan api di titik api Kota Dumai, butuh bantuan hujan buatan dari provinsi. Karena, untuk memadamkannya tidak terdapat air, kanal-kanal di sana juga kering," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya yang bekerjasama dengan Polres Dumai masih menyelidiki penyebab Karhutla di Dumai. Namun, kebakaran di Basilam Baru, sebagian besarnya berasal dari lahan milik PT. SGP.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar