• Home
  • Lingkungan
  • BMKG Pekanbaru Sebut Satelit Terra dan Agua Deteksi 45 Titik Api di Riau

BMKG Pekanbaru Sebut Satelit Terra dan Agua Deteksi 45 Titik Api di Riau

Senin, 07 September 2015 10:53 WIB
PEKANBARU - Kabut asap yang mengepung Riau, membuat jarak pandang sebagian kota terus memburuk. Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, paparan asap membuat jarak pandang berkisar 50 hingga 800 meter.

Kepekatan kabut asap pada Senin (7/9/15) terus bertambah. Sedikitnya ada empat kota yang terdampak paling parah, diantaranya Pelalawan dengan jarak pandang hanya 50 meter, Pekanbaru dan Rengat dengan jarak pandang 200 meter dan Dumai 800 meter.

"Kabut asap kita pantau masih cukup parah di Riau, imbas dari kiriman beberapa provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumsel, ditambah juga oleh produksi asap di Riau sendiri," terang Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin, seperti dikutip dari goriau.com, Senin pagi.

Monitoring satelit Terra dan Aqua mencatat sedikitnya ada 413 titik panas di Sumatera, yang didominasi oleh Jambi 170 titik, Sumsel 79 titik, Babel 77 titik, Riau 45 titik, Lampung 31 titik, Bengkulu lima titik, Sumbar empat titik dan Kepri dua titik panas.

"Di Riau ada 45 titik panas, diantaranya Pelalawan 13 titik, Inhu 12 titik panas, Inhil 10 titik panas, Siak dan Kampar tiga titik panas, serta Rohil dan Rohul dua titik panas. Untuk titik api kita hitung ada 27 titik dan menyebar di enam kabupaten kota. Terbanyak di Pelalawan dan Inhu," sebutnya.

Pantauan awak media, dampak kabut asap ini sudah sangat menganggu aktivitas masyarakat. Di Pekanbaru contohnya, asap pekat membuat warga harus berhati-hati di jalan raya, lantaran jarak pandang sangat pendek. Bahkan mereka memilih menyalakan lampu kendaraan.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar