- Home
- Lingkungan
- BP REDD-BDK dan BKSDA Riau Taja Simulasi Pemadaman Karhutla
BP REDD-BDK dan BKSDA Riau Taja Simulasi Pemadaman Karhutla
Jumat, 10 Oktober 2014 21:05 WIB
DUMAI - Badan Pengelola Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (BP REDD) dengan Balai Diklat Kehutanan (BDK) Pekanbaru serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau menggelar simulasi cara penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan sejak dini di Hutan Wisata Kota Dumai, Jumat (10/10/14) sore.
Peserta yang mengikuti simulasi ini terdiri dari 60 Masyarakat Peduli Api (MPA) Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Adapun kegiatan simulasi yaitu memperagakan cara penggunaan pompa air untuk pemadaman dini kebakaran hutan dan lahan.
Dengan latihan itu, jika nanti kota dan pemkab masing-masing membelikan alat tersebut, mereka sudah paham dengan cara penggunaannya.
Dalam praktek tersebut, pihak penyelenggara membuat simulasi kebakara disekitar lokasi hutan wisatar, kemudian pimpinan regu melakukan penilaian terhadap kebakaran, jarak, sumber air, luasan serta koordinat bahkan bisa melakukan pemadaman awal menggunakan jet suter.
Namun, kebakaran terus meluas, maka, datanglah regu pemadaman dengan menggunakan peralatan, diantaranya pompa air, hingga berhasil memadamkan.
Dedi Hariri, Focal Point BP REDD+ Provinsi Riau disela kegiatan itu mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan harapan. Kegiatan itu menurutnya, sudah sesuai harapan.
Praktek tahap rangkaian pelatihan yang dilakukan sejak hari Selasa, kemari dan nanti penutupan, hari Sabtu. Rangkaiannya, dua hari teori, hari ini praktek, besok penutupan.
Ditempat yang sama Muhammadun, Widiaiswara Balai Diklat Kehutanan Pekanbaru, menjelaskan, praktek saat itu menggunakan peralatan tangan, gebyok, skop, garuk serta mesin pemadam.
Dengan harapan, setiap desa bisa memanfaatkan alat seadanya, bahkan dihimbau kepada pemkab diberbagai Riau untuk bisa menyiapkan alat-alat pemadaman yang bersifat sederhana tersebut, termasuk mesin pompa air.
"Kami juga menghimbau, kalau pemda itu consent, desa bisa menyiapkan alat-alat serupa, sehingga bisa melakukan pemadaman dini, lebih awal, sebenarnya ini tidak mahal, Riau begitu kaya, masak alat-alat kayak begini tak bisa, dan mereka sudah dilatih, tak susah, mengoperasikan alat-alat seperti itu," himbaunya.
Pada kesempatan sebelumnya, 60 Peserta Diklat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) dari Kabupaten Bengkalis dan Dumai, turun ketengah masyarakat di Kelurahan Teluk Makmur dan Pelintung, Kota Dumai. Metoda ini tidak memerlukan biaya untuk menyadarkan masyarakat.
“Kita pilih metode ini, karena metode yang mungkin dilakukan MPA (Masyarakat Peduli Api) tidak perlu menggunakan biaya,” kata Widiaiswara Balai Diklat Kehutanan Pekanbaru, Muhammadun.
Sedangkan kalau penyuluhan menurutnya perlu biaya, mengumpulkan orang, memerlukan uang transport, snack, kopi dan segala macam. Metode yang diterapkan turun kemasyarakat ini, pada awalnya untuk mengetahui.
"Ssampai dimana tingkat pengetahuan masyarakat kaitannya dengan kebakaran hutan dan dampak-dampaknya, tingkat kepedulian, setelah mereka peduli, kemudian bentuk partisipasi yang diharapkan dari masyarakat itu," katanya.
“Kalau seandainya masing-masing MPA ini mampu memetakan itu, kan dia kan tahu, dari sekian puluh yang diwawancarai, digarap, ternyata 80 persen mau berpartisipasi,” katanya.
Partisipasi tersebut dalam bentuk tenaga, dana, waktu, bahkan, responden ada yang mau menyumbangkan robin (pompa air, red), mobil pick up.
“Ternyata, rata-rata masyarakat mau berpartisipasi, kenapa, semua dampak buruk dari bencana karhutla ini, juga dirasakannya. Tinggal sekarang bagaimana mengorganisir,” kata Muhammadun.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

