- Home
- Lingkungan
- Bupati Bengkalis Minta Terapkan Pola Zero Burning Tanggulangi Bencana Alam
Bupati Bengkalis Minta Terapkan Pola Zero Burning Tanggulangi Bencana Alam
Jumat, 28 Oktober 2016 15:35 WIB
BENGKALIS - Untuk mencegah bencana kebarakan lahan dan hutan (Karlahut) khususnya, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Terutama terkait dengan penegakan hukum dan peningkatan kesadaran agar membuka lahan tanpa bakar (zero burning).
Hal ini dilakukan mengingat sebagian besar masyarakat belum memahami dan selalu mengabaikan tentang ancaman hukuman membakar hutan dan lahan.
Hal ini disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Alam, Kamis (27/10/2016), bertempat di Ballroom Marina Hotel Bengkalis.
Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Amril meminta kepada stakeholder, baik ditingkat kabupaten, kecamatan maupun desa/kelurahan, agar dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
Kemudian senantiasa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal berdampingan dengan kawasan hutan dan lahan perkebunan.
“Untuk memudahkan upaya penanggulangan musibah kebakaran hutan dan lahan, perlu adanya pemetaan kawasan rawan karlahut, yang berfungsi memudahkan dan membantu petugas lapangan untuk lebih mengetahui posisi kebakaran, sehingga dapat mengambil langkah cepat, tepat dan terukur,” ujar Amril.
Dalam kesempatan itu juga Amril menghimbau kepada masyarakat dan pihak pelaku usaha terutama pemilik konsensi bidang perkebunan maupun hutan tanaman industri, agar senantiasa menjaga dan mengawasi lahan miliknya.
Sehingga terbebas dari musibah kebakaran. Kemudian, zero hotspot juga dapat terwujud, jika masyarakat pemilik lahan menerapkan pola pembukaan lahan tanpa bakar atau zero burning.
“Penegakan hukum harus menjadi skala prioritas, siapapun yang melakukan pelanggaran dalam hal bencana karlahut, baik itu perusahaan maupun perorangan, harus ditindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Amril mengakhiri.
Acara yang ditaja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkalis ini, mengundang narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Anas Luthfi, kemudian narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru, Warih Budi Lestari.
Selanjutnya dari Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Jim Gafur, serta narasumber dari Polres Bengkalis dan BPBD Bengkalis.
Selain Bupati Amril, turut hadir pada acara tersebut Kepala SKPD se Kabupaten Bengkalis, perwakilan Kodim 0303 Bengkalis, perwakilan Polres Bengkalis, Camat se Kabupaten Bengkalis, dan para peserta yang berjumlah 80 orang dari 18 instansi terkait.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

