- Home
- Lingkungan
- Bupati Harris Sindir Pemprov Kurang Dukung Wisata Bono
Bupati Harris Sindir Pemprov Kurang Dukung Wisata Bono
Selasa, 19 November 2013 17:34 WIB
TELUKMERANTI - Bupati Pelalawan HM Harris dengan lantang menyebutkan Pemerintah Provinsi Riau kurang peduli membantu infrastruktur untuk menunjang objek wisata Bono di Kecamatan Teluk Meranti. Infrastruktur yang dimaksud adalah berupa jalan sebagai akses darat menuju ke Kecamatan itu.
Demikian disampaikan Bupati Pelalawan pada saat membuka acara Festival Bakudo Bono, Selasa (19/11/13). Bupati Pelalawan menyadari sesusungguhnya, infrastruktur yang ada untuk menunjang wisata bono yang ada di Teluk Meranti saat ini menjadi persoalan serius.
"Diakui, untuk infrastruktur jalan, khususnya jalan Lintas Bono, itu telah di anggaran dari propinsi, namun saat ini belum juga bisa sepenuhnya terlaksana. Intinya kendala saat ini, berada di Pemprov Riau," ujar Harris dengan nada berapi-api.
Bupati menambahkan, terkait masterplan bono, saat ini masih dalam tahap pematangan di tingkat pusat."Dan untuk masterplan bono sekarang masih dalam proses ditingkat pusat,"ucapnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Republik Indonesia DR.Sapta Nirwandar secara langsung meresmikan festifal Bekudo Bono 2013 yang digelar di Sungai Kampar, kecamatan Teluk Meranti.
Sesaat sebelum peresmian dilakukan, Bupati Pelalawan HM Harris bersama Wamen Parekraf DR Sapta Nirwandar menunggangi helikopter melihat langsung dari dekat dahsyatnya gelombang bono yang dijinakkan para peselancar.
Setelah berkeliling beberapa saat helikopter, Bupati dan Wamen Parekraf bersama rombongan menuju halaman kantor camat Teluk Meranti secara resmi membuka festifal Bekudo Bono 2013.
Pada kesempatan itu Wamen Parekraf, DR Sapta Nirwandar mengatakan, jika gelombang bono merupakan suatu kekayaan alam dan anugrah yang tak ternilai lagi dari sang pencipta. "Gelombang bono ini suatu nikmat dan anugrah dari Tuhan, karena bono ini tidak semua daerah atau negara mempunya sungai yang mempunyai gelombang yang bisa dijadikan surfing,"katanya.
Lebih jauh Sapta Nirwana mengatakan, dari puluhan tempat wisata didunia, gelombang bono di Teluk Meranti merupakan salah satu gelombang sungai yang terbaik didunia.
"Dan bono merupakan wisata yang unik dan kedepan bisa menjadi ikon wisata di Kabupaten Pelalawan dan Riau, dan kedepan semoga bisa menjadi wisata andalan di Kabupaten Pelalawan.Setau Saya ada 5. Bono ini didunia yakni di Brazil Inggris Alaska China dan Indonesia.Bono Indonesia asal Pelalawan ini gelombangnya diatas dari 4 yang ada didunia.Harus dijaga sebagai aset Pelalawan Propinsi Riau dan Nasional ,"jelasnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

