- Home
- Lingkungan
- Bupati Meranti Kukuhkan Satgas MPA se-Kecamatan Tasik Putri Puyu
Bupati Meranti Kukuhkan Satgas MPA se-Kecamatan Tasik Putri Puyu
Rabu, 25 Juni 2014 20:27 WIB
SELATPANJANG - Puluhan personil Satuan Tugas Masyarakat Peduli Api (Satgas MPA) Se-Kecamatan Tasik Putri Puyu Rabu (25/6/2014) siang secara resmi telah dikukuhkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi bertempat Lapangan Sepakbola Desa Tanjung Padang Kecamatan Tasik putri Puyu.
Selain pengukuhan, Bupati Meranti juga secara simbolis menerima bantuan alat pemadaman Karhutla dari pihak PT RAPP yang diserahkan langsung Estate Manager RAPP Pulau Padang, Marzum dan SHR senior manager, Sahaman, bantuan tersebut untuk menjadi alat operasional bagi Satgas MPA di 10 Desa se-Kecamatan Tasik Putri Puyu.
Dalam sambutannya, Orang Nomor Satu di Meranti ini sangat menegaskan agar para pelaku penyebab pembakaran lahan bisa ditindak dengan tegas oleh instansi terkait.
"Seperti dampak bencana Karhutla beberapa bulan lalu, Semua menjadi susah, ekonomi Desa anjlok dan masyarakat menderita. untuk itu sudah seharusnya para pelaku ditindak tegas. dan jika mereka sudah mengetahui tentang himbauan malah tetap melakukan pembakaran lahan, itu harus diganjar hukuman dua kali lipat," tegas Bupati Irwan.
Dimana akibat Karhutla beberapa waktu lalu di wilayah Kepulauan Meranti telah memporak porandakan seluas lebih kurang 23.611,7 hektare lahan yang meliputi kebun sagu rakyat seluas 14.027,8 hektar, kabun karet seluas 5.847 hektar, kebun kopi seluas 2,2 hektare, kebun sawit seluas 136,6 hektare, kebun kelapa seluas 788 hektar, tanaman akasia 1000 hektare dan belukar 1.809,1 hektare.
"Akibat kerugian dari peristiwa karhutla beberapa waktu lalu itu diperkirakan mencapai lebih dari 1 triliun rupiah," jelasnya.
Untuk itu ia terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar berperan bersama mengantisipasi secara dini kejadian serupa agar tidak terulang kembali di wilayah Kabupaten Muda ini.
Karena selain merusak ekonomi masyarakat perkebunan juga yang lebih parah adalah dapat mengganggu stabilitas keamanan dan perekonomian daerah.
"Karhutla yang pernah terjadi adalah yang terbesar dalam sejarah di Kepulauan Meranti. Luasannya pun menjadi yang terbesar. Kita tidak ingin itu terjadi lagi. Kami mengharapkan dengan bergandengan masyarakat dapat mencegah karhutla tidak terjadi lagi," sebutnya.
Dalam operasionalnya nanti Satgas Karhutla Desa, sebut Irwan akan dibawah koordinasi Kepala Desa. Selain Satgas ditingkat Desa, juga akan dibentuk Satgas ditingkat Kabupaten sebagai induk dimana Bupati dan Kapolres sebagai pembinanya.
Sementara Kasat Reskrim, AKP Antoni L Gaol yang hadir mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi dalam hal ini secara tegas mengungkapkan bahwa Jajaran Polres Meranti tidak akan berkompromi dalam penanganan kasus Karhutla. Sehingga ada efek jera.***(rud)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

