Chevron Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Wilayah Riau

Rabu, 26 Februari 2014 12:38 WIB

PEKANBARU - PT Chevron Pacific Indonesia Wilayah Riau dalam kondisi siaga kabut asap dan membantu pemerintah daerah serta masyarakat memadamkan kebakaran lahan penyebab terjadinya polusi udara.

Tim pemadam kebakaran Chevron juga aktif membantu masyarakat memadamkan kebakaran dilaporkan oleh masyarakat, kata Manager Komunikasi Chevron Riau, Tiva Permata lewat surat surat elektronik yang diterima redaksi.

"Hal ini penting karena sumber api merupakan sumber permasalahan. Petugas Chevron juga secara teratur mengirimkan informasi kualitas udara kepada badan-badan pemerintah terkait agar pemerintah dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat," katanya.

"Berdasarkan laporan pemantauan kualitas udara beberapa minggu terakhir, mutu udara di beberapa distrik sudah dapat tidak baik bagi kesehatan pada jam-jam tertentu, terutama pagi hari," ujar Tiva.

Terbakarnya wilayah hutan dengan segala isinya kata Tiva, diperkirakan sebagai sumber dari asap, gas dan partikel-pertikel halus di dalamnya.

Keadaan ini menurut ahli sudah dapat membahayakan kesehatan manusia, terutama bagi mereka yang mengidap penyakit jantung dan paru (misalnya asma) dan juga orang usia lanjut. 

Gejala penyakit paru-paru (asma, bronchitis), penyakit jantung dapat menjadi berat pada saat mutu udara tidak baik. Orang sehat dapat mengalami reaksi alergi di kulit, mata dan saluran pernafasan.

Chevron mengingatkan segenap pegawainya untuk senantiasa memantau hasil pengukuran mutu udara dan mengikuti petunjuk untuk melindungi diri dan keluarga mereka.

Bayi baru lahir, orang lanjut usia dan orang dengan riwayat penyakit paru-paru dan atau penyakit jantung yang lebih rentan menderita penyakit diimbau untuk tetap tinggal di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup apabila kualitas udara tidak sehat, katanya.

Setiap pegawai atau anggota keluarga yang mengeluhkan gejala penyakit paru dan jantung (sesak nafas, nyeri dada), demikian Tiva, diminta untuk segera mencari bantuan petugas kesehatan terdekat atau berkomunikasi via telepon ke bagian tanggap darurat kalau diperlukan.

Pada saat kondisi udara tidak sehat atau sangat tidak sehat dan berbahaya (bendera kuning s/d merah), kata dia, setiap orang harus menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar ruang sesuai Petunjuk Penggunaan Masker.

Pegawai kata Tiva juga diwajibkan menerapkan SWA (Stop-Work Authority) dam SSWA (Self Stop-Work Authority) secara efektif bila kondisi berbahaya.

Chevron juga mengimbau semua pihak untuk ikut aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak menebang pohon atau membakar lahan secara serampangan.

"Semua orang diimbau untuk banyak minum untuk mengurangi efek partikulat. Mereka juga dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi obat anti histamin atau obat-obat lain yang dapat membuat saluran nafas menjadi kering, kecuali direkomendasikan oleh dokter," katanya.***(rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar