- Home
- Lingkungan
- Curah Hujan Tinggin, Banjir Rendam Perkotaan Bagansiapiapi
Curah Hujan Tinggin, Banjir Rendam Perkotaan Bagansiapiapi
Rabu, 06 November 2013 20:10 WIB
ilustrasi
BAGANSIAPIAPI - Setiap kali hujan deras turun maka di beberapa titik dalam Kota Bagansiapiapi menjadi genangan air alias banjir dadakan. Hal ini di sebabkan selain volume debit air turun cukup tinggi juga di sebabkan tersumbatnya parit atau selokan di sekitar kota, seperti di sekitar kantor Camat Bango, SMA Negeri I,SMP Negeri I sehingga alir tersumbat dan tak mengalir melalui parit yang ada .
Rabu (6/11) terlihat masyarakat yang berurusan ke Kantor Camat Bangko harus membuka sepatu atau sandal dan menyinsing celana agar tidak basah melintasi genangan air. "Saya terpaksa harus membuka sepatu karena jika tidak akan basah dan amat menggu bisa-bisa nanti masuk angin," ungkap Misda (34) warga Bagansiapiapi kepada Pesisir Pos saat berniat untuk rekam e-KTP miliknya yang belum rampung selesai .
"Apa lagi sedang ada kegiatan maka mau tak mau ya harus dibuat jalan sedikit agak tinggi dari lantai semen jalan," kata HM Nurhidayat SH Camat Bangko ketika dimintai komentarnya menyangkut genangan air yang terlihat di sekitar kantor Camat Bangko di Jalan Gedung Nasional Bagansiapiapi. "Kondisi ini hanya musim hujan seperti ini terjadi,kecuali di bagian timur Kecamatan Bangko juga sudah ada yang banjir," kata Nurhidayat SH, Camat Bangko.
Pesisir Pos mencoba menelusuri beberapa selokan atau parit yang dulunya menuju Sungai garam dan selanjutnya ke kuala Bagan (Laut) yang hanya berjarak sekitar 4 KM dari Kota Bagansiapiapi Rabu (6/11). "Bapak lihat sendiri parit banyak sengaja di tutup misalnya akibat bangunan Hotel Indah,Hotel Grand dan Wisma Rohil malah di semenisasi bayangkan tentu banyak sampah dan lumpur mengendap jadi air tak mengalir baik," kata Saidin (45) dengan mernunjuk beberapa lokasi yang sengaja ditutup dengan semakin luasnya ukuran tanah dan dapat di jadikan lahan parkir.
"Solusinya jika parit atau selokan di bongkar dan reklamsi pengerokan tali air maka sudah pasti air akan mengalir lancar dan musibah genangan air teratasi," ucap Saidin dan menyebutkan jika untuk mencari kebenaran maka bisa saja pihak Kecamatan atau pihak terkait untuk tata ruang mengcek areal dan lokasi serta ukuran tanah. "Dulu tak pernah banjir pak,airnya mengalir ke kuala Bagan tetapi kini lihatlah sengaja ditutup dengan berbagai dalih," jelasnya.
Data di rangkum Rabu (6/11) ketika hujan deras turun malam hari maupun pagi hari maka akan menggagu aktifitas belajar di beberapa sekolah yang berhampiran dengan Kantor Camat Bangko. "Kalau kami pelajar jika hujan ya sekolah kami tergenang air lantainya maka kami juga membuka sepatu alias kaki ayam saja di kelas," kata seorang pelajar SMA Negeri I Bagansiapiapi namun meminta indentitasnya tidak di publikasi dan pihak Hotrel dan Wisma yang sengaja menutup parit dengan membuat semenisasi di atas parit yang melintas di sekitar bangunan memilih GTM (Gerakan Tutup Mulut),pada hal perbuatan tersebut yang menyebabkan air tergenang dan jalan air tersumbat menuju Sungai Garam dan Kuala Bagan. (Yan Faizal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

