• Home
  • Lingkungan
  • DLH Dumai Minta PT Nagamas Segera Bersihkan Sisa Tumpahan Stearin

DLH Dumai Minta PT Nagamas Segera Bersihkan Sisa Tumpahan Stearin

Hadi Pramono Jumat, 04 Agustus 2017 18:04 WIB
Puluhan ton muatan Palm Oil Stearin diduga kuat milik PT Nagamas Palm Oil (NPO) tumpah ke laut di sekitar Pelabuhan Pelindo Dumai, Jumat (28/7/2017). Foto: Tribun Pekanbaru.
DUMAI - Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai menegaskan bahwa pihaknya sudah menyuruh pihak perusahaan PT Nagamas Palmoil Lestari membersihkan bekas tumpahan puluhan ton stearin secara menyeluruh. 

Sebab hal ini menjadi tanggung jawab perusahaan itu karena tumpahan diduga akibat kelalaian. "Kita sudah menyuruh perusahaan sejak awal untuk membersihkannya. Sebab masih ada sisa stearin mengendap," papar tegas Plt Kepala DLH Dumai, Satrio Wibowo, kemarin.

Pria yang disapa Bowo ini mengaku kesal kepada pihak PT Nagamas Palmoil Lestari. Timnya terus mengingatkan pihak perusahaan bahkan setiap hari memeriksa kondisi terkini di areal sekitar tumpahan stearin.

Menurutnya, pihak perusahaan wajib membersihkan tumpahan secara menyeluruh dan harus memastikan lingkungan sekitar lokasi tumpahan sudah bersih. "Saya tidak ingin ada bercak warna hita di tepian laut Dumai," tegasnya.

Disisi lain, sebanyak orang saksi diperiksa aparat kepolisian Dumai terkait insiden tumpahan puluhan minyak stearin milik PT Nagamas Palmoil Lestari ke Laut Dumai, beberapa hari lalu.

Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting, dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah saksi terkait tumpahan minyak stearin milik PT Nagamas Palmoil Lestari tersebut.

"Benar kita sudah memeriksa beberapa orang saksi berkompeten dalam kasus ini. Mudah-mudahan dengan adanya pemeriksaan ini kita mendapat petunjuk guna proses hukum lebih lanjut," jelas Donald.
Karyawan PT.Nagamas Palm Oil kembali melakukan upaya pembersihan di lokasi tumpahan Stearin.

Pihaknya juga belum bisa memastikan berapa banyak jumlah minyak yang tumpah ke laut Dumai. Tidak menutup kemungkinan, kata dia, jumlah minyak stearin yang tumpah akan bertambah.

"Yang jelas tidak menutup kemungkinan untuk jumlah akan bertambah, namun demikian pihak kita sudah melakukan pemeriksaan secara intens guna mengungkap dugaan pencemaran lingkungan ini," katanya.

Informasi yang berhasil dikumpulkan terkait enam orang saksi yang sudah diperiksa Polres Dumai diantaranya, Humas PT Nagamas Palmoil Lestari, sejumlah karyawan berkompeten dan Ketua RT setempat.

Disisi lain, Kejaksaan Negeri Dumai menegaskan jika terbukti melakukan pencemaran dan berkas laporan lengkap maka akan memproses secara hukum berlaku untuk dilimpahkan ke persidangan.

"Selama ini pihak kita tidak pernah menerima laporan tumpahan minyak ataupun pelaku pencemaran di Kota Dumai, jadi dengan kejadian ini jika terbukti kita tuntut," Kata Kasi Intel Kejari Dumai, Almon SH, kemarin.

Ditegasklan lagi, dalam insiden tumpahan minyak ini instansinya menunggu laporan lengkap untuk diprosesnya. Diharapkan instansi terkait untuk segera menyerahkan laporan terkait tumpahan minyak stearin tersebut.

"Kejadian ini proses hukum berjalan dengan aturan berlaku. Kita dalam hal ini masih menunggu berkas laporan dari kepolisian maupun Dinas Lingkungan Hidup sejauh mana pembuktiannya dan penetapan hukumnya," jelasnya.

Sesuai fakta-fakta dilapangan pasca tumpahan puluhan ton minyak stearin milik PT Nagamas Palmoil Lestari ke Laut Dumai, hingga saat ini kondisi dilapangan masih belum bersih. Warna hitam dibibir pantai masih terlihat.

"Kami mengecek di lapangan memang terlihat beberapa petugas sibuk membersihkan sisa stearin yang sudah bercampur dengan lumpur laut, namun tetap saja belum bersih sepenuhnya," jelas Rahmad, Aksi Peduli Lingkungan Dumai. 

Bahkan fakta dilapangan, kata dia, terlihat tanaman bakau yang hidup ditepi pantai ikut mati diduga akibat stearin. Stearin tersebut memang tampak berubah warna, diduga juga sudah berubah dari zat nabati menjadi zat asam.

Berubahnya zat nabati menjadi asam tidak ditapik oleh Kasi Wilayah II KLHK, Edward Hutapea. Dia menyebutkan memang nabati bisa berubah menjadi zat asam. Tapi untuk membuktikannya masih menunggu hasil lab.

"Semua itu tetap menunggu hasil lab, kita sudah laporkan ke kementerian lingkungan hidup, sampel stearin yang sudah berubah warna juga sudah diambil petugas kita waktu turun kelapangan," kata Edward Hutapea.

Dalam kasus tumpahan minyak stearin tersebut, pihaknya tidak gegabah, apakah stearin yang tumpah tersebut mencemari laut atau tidak. "Mudah-mudahan secepatnya bisa ada hasil labnya," terangnya kepada wartawan.

(adi/mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Minyak TumpahNagamasPelabuhanPelindoPemko Dumai
Komentar