- Home
- Lingkungan
- Danrem Akui Karhutla di Cagar Biosfer Giam Siakkecil Terbilang Berat
Danrem Akui Karhutla di Cagar Biosfer Giam Siakkecil Terbilang Berat
Minggu, 02 Maret 2014 19:50 WIB
PEKANBARU - Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Riau Danrem 031/WB Brigjend TNI Prihadi Agus Irianto, mengakui, pemadaman api di kawasan Cagar Biosfer Giam Siakkecil, sangat sulit, khususnya melalui jalur darat. Satu-satunya cara ampuh melalui bom air (water boombing) yang baru dimulai besok.
Pasalnya, kawasan ini kedalaman gambutnya sangat dalam. Ditambah lagi kepekatan asap yang sangat mengganggu tim pemadam yang ada di lapangan.
"Areal sulit di biosper karena gambut, kemudian asap tebal," kata Dandrem di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ahad (2/3).
Diharapkan, dengan kedatangan dua pesawat besok, akan dapat memadamkan api yang sudah menyebar di kawasan cagar biosfer tersebut. Kemudian pada Selasa mendatang akan ada lagi bantuan satu unit helikopter Sikorsky.
Jika helikopter biasa bantuan dari perusahaan hanya mampu mengangkut air 500 liter, maka helikopter Sikorsky mampu membawa 4-5 ton air untuk memadamkan api.
Dengan begitu, tim pemadam dari jalur darat akan sangat terbantu, untuk memadamkan api.
Danrem juga menyatakan, akibat karhutla di kawasan Cagar Biosfer Giam Siakkecil, juga sudah 100 orang warga mengungsi ke Bukit Batu. Namun apakah ada rumah terbakar, Danrem belum bisa merincikan karena belum ada laporan.
"Saya belum tahu berapa kerugian. Kalau lahan sekitar 7 ribu hektar. Tapai kalau warga mengungsi di Cagar Biosfer Giam Siakkecil, ada 100 orang yang sudah mengungsi," papar Danrem.
Lebih lanjut, Dandrem juga mengeaskan sudah memerintahkan kepada anggota di lapangan untuk membakar setiap tenda pembakar lahan, termasuk rumah perambah hutan yang dijumpai di kawasan hutan.
Selain itu, Danrem juga menegaskan sudah menyita peralatan seperti gergaji, Chain Saw (pemotong kayu) yang ditemukan di lapangan.
"Saya perintahkan rumah perambah dibakar. Plus kayu gelondongan. Perambah liar (renda biru) sudah kita bakar. Kemudian gergaji, Chain Saw sudah disita," tegas ***(mok)
Pasalnya, kawasan ini kedalaman gambutnya sangat dalam. Ditambah lagi kepekatan asap yang sangat mengganggu tim pemadam yang ada di lapangan.
"Areal sulit di biosper karena gambut, kemudian asap tebal," kata Dandrem di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ahad (2/3).
Diharapkan, dengan kedatangan dua pesawat besok, akan dapat memadamkan api yang sudah menyebar di kawasan cagar biosfer tersebut. Kemudian pada Selasa mendatang akan ada lagi bantuan satu unit helikopter Sikorsky.
Jika helikopter biasa bantuan dari perusahaan hanya mampu mengangkut air 500 liter, maka helikopter Sikorsky mampu membawa 4-5 ton air untuk memadamkan api.
Dengan begitu, tim pemadam dari jalur darat akan sangat terbantu, untuk memadamkan api.
Danrem juga menyatakan, akibat karhutla di kawasan Cagar Biosfer Giam Siakkecil, juga sudah 100 orang warga mengungsi ke Bukit Batu. Namun apakah ada rumah terbakar, Danrem belum bisa merincikan karena belum ada laporan.
"Saya belum tahu berapa kerugian. Kalau lahan sekitar 7 ribu hektar. Tapai kalau warga mengungsi di Cagar Biosfer Giam Siakkecil, ada 100 orang yang sudah mengungsi," papar Danrem.
Lebih lanjut, Dandrem juga mengeaskan sudah memerintahkan kepada anggota di lapangan untuk membakar setiap tenda pembakar lahan, termasuk rumah perambah hutan yang dijumpai di kawasan hutan.
Selain itu, Danrem juga menegaskan sudah menyita peralatan seperti gergaji, Chain Saw (pemotong kayu) yang ditemukan di lapangan.
"Saya perintahkan rumah perambah dibakar. Plus kayu gelondongan. Perambah liar (renda biru) sudah kita bakar. Kemudian gergaji, Chain Saw sudah disita," tegas ***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

