• Home
  • Lingkungan
  • Darwin Ajak Petani Sagu Bantu Pemerintah Padamkan Karhutla

Darwin Ajak Petani Sagu Bantu Pemerintah Padamkan Karhutla

Jumat, 21 Februari 2014 16:26 WIB

SELATPANJANG - Maraknya kasus Kebakaranan  hutan dan lahan (kahutla) yang terjadi di Wilayah Kepulauan meranti sejak beberapa pecan terakhir, membuat banyak  pihak yang merasa kwatir kahutla tersebut akan meluas ke kawasan lainya.

Kekwatiran tersebut juga ikut dirasaakan salah seorang tokoh muda masyarakat tionghoa kabupaten Kepulauan Meranti  Darwin Susandy yang juga merupakan pemilik kebun sagu di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut.

“Kita sangat berharap kebakaran hutan dan lahan perkebunan masyarakat  di wilayah kepulauan Meranti dapat segara di padamkan, karena jika tidak dipadamkan kita kawatir Kahutla itu nanti akan terus meluas sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang dirugikan," katanya.

Darwin juga menghimbau kepada para pemilik lahan perkebunan sagu khususnya yang berada diwilayah kabupaten kepulauan Meranti, untuk  dapat berhati-hati dan tidak melakukan aktifitas pembakaran apa lagi saat ini musim panas (Kemarau-red).

"Lahan perkebunan yang  notabennya lahan gambut itu akan mudah terbakar dan sulit untuk dipadamkan. Untuk  itu saya ingin mengingatkan kepada pemilik lahan perkebunanan sagu dan lainya untuk  lebih berhati-hati," pintanya.

Terkait dengan musibah Kahutla tersebut, ia juga menyebutkan, untuk memdamkan kebakaran  hutan lahan pekerbunanan masyarakat yang tejadi di beberapa wilayah itu.

"Sudah menjadi tanggung jawab  kita bersama artinya kita masyarakat khususnya bagi pemilik lahan hendaknya  iktu serta membantu pihak pemrintah dalam upaya  memdamkan Kahutla yang terjadi dilayah kepulauan Meranti ini," katanya.

Pihaknya berharap masyarakat  khususanya para petani sagu, di wilayah Keapulauan meranti untuk tangap dengan musibah kahutla  sepeti yang terjadi saat ini.

"Saya juga sudah mengingtakan kepada karyawan kita untuk tidak melakukan Pembakaran karena kegiatan pembakaran lahan itu juga dilarang ,jika  dilakukan juga tentunya akan berusan dengan hukum," ingatnya. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar