- Home
- Lingkungan
- Diklat Pengendalian Karhutla BP REDD+ Resmi Ditutup
Diklat Pengendalian Karhutla BP REDD+ Resmi Ditutup
Sabtu, 11 Oktober 2014 15:36 WIB
DUMAI - Diklat Teknik Pengedalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang diselenggarakan Badan Pengelola Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (BP REDD) dengan Balai Diklat Kehutanan (BDK) Pekanbaru serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau di Kota Dumai resmi ditutup, Sabtu (11/10/14) di Grand Zuri Dumai.
Dedi Hariri, Vokal Poin BP REDD+ Wilayah Riau mengatakan, diharapkan dengan adanya diklat ini masing-masing peserta bisa mengimplementasikan kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya. Sehingga, metode yang didapat dalam diklat ini bisa mencegah sejak dini pada kasus kebakaran lahan dan hutan di wilayahnya.
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi kunci pencegahan sejak dini tentang menangani masalah karhutla di wilayah Dumai dan Bengkalis. Karena, pesertanya sendiri kita ambil dari dua daerah yang masing-masing untuk Dumai 30 orang dan Bengkalis 30 orang. Masing-masing peserta yang kita ambil ini berada di daerah yang rawan terjadi karhula," katanya.
Sedangkan mengenai kegiatan ini sendiri, kata Dedi, sudah dilakukan di beberapa tempat. Sebelumnya kegiatan diklat dilaksanakan di Rohil-Pekanbaru-Pelalawan-Siak dan diangkatan ke tiga ini Dumai dan Bengkalis. Jadi seluruh peserta yang sudah mengikuti diklat pengendalian kebakaran lahan dan hutan sudah sebanyak 150 orang di wilayah Provinsi Riau.
"Peserta yang sudah mengikuti diklat ini terus kita pantau dengan tujuan benar-benar maksimal dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan sejak dini. Sedangkan menganai sejauh mana efesiennya kinerja peserta dalam menangani karhutla, menurut saya belum dikatakan sekarang. Sebab, kegiatan ini baru saja kita laksanakan. Tapi kedepannya saya rasa sudah baik," jelasnya.
Diharapkan Dedi Hariri, dengan adanya pelaksanaan diklat yang mengambil peserta dari Dumai-Bengkalis ini, kedepannya bisa mengembangkan masyarakat peduli api (MPA) di wilayah masing-masing. Selain dapat mengembangkan MPA, peserta diklat ini juga dapat mendorong pemerintah untuk selalu berbuat sejak dini dalam menanggulangi masalah karhutla.
Sedangkan Sekdakab Bengkalis Burhanuddin sangat menyambut baik dengan dilaksanakannya diklat tentang tekni pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang diselenggarakan oleh BP REDD+, Balai Diklat Kehutanan (BDK) Pekanbaru dan (BKSDA) Riau. Sebab, diklat ini secara tidak langsung sudah membantu pemerintah daerah untuk menangani masalah karhutla.
"Saya mewakili atas nama Pemkab Bengkalis sangat menyambut baik dengan kegiatan ini. Sebab, sudah banyak dana pemerintah habis untuk menanggulangi musibah karhutla. Tentunya, dengan adanya kegiatan ini masing-masing peserta bisa mengajak masyarakat lain untuk lebih peduli lagi dengan kondisi lingkungan dan bisa menangani masalah karhutla di wilayah masing-masing," jelasnya.
Menurutnya, dengan ada peserta diklat yang didatangkan langsung dari Dumai dan Bengkalis ini bisa memaksimalkan cara penanggulangan penanganan masalah karhutla yang terjadi di perbatasan. Sehingga tidak muncul saling tuding menuding daerah yang terbakar. Oleh sebab itu, seluruh peserta bisa mengimplementasikan hasil yang di dapat untuk diterapkan di masing-masing wilayahnya.
Turut hadir dalam penutupan diklat ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H Burhanuddin, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Bengkalis Herman, Kepala BPBD Kota Dumai Tengku Ismet, Balai Diklat Kehutanan (BDK) Pekanbaru, serta jajaran Forkompida.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

