• Home
  • Lingkungan
  • Dinas BMP Siak Habiskan Dana Rp1,5 M untuk Lima Wilayah

Dinas BMP Siak Habiskan Dana Rp1,5 M untuk Lima Wilayah

Selasa, 11 Februari 2014 16:01 WIB

SIAK - Untuk memperbaiki jalan berlubang di lima wilayah di Kabupaten Siak tahun lalu, Dinas Bina Marga dan Perairan (BMP) Siak menghabiskan dana sebesar Rp1,5 miliar dari APBD Siak. 

Dana itu masuk pada pos dana swakelola karena merupakan perawatan rutin untuk jalan rusak kategori ringan. Masing-masing wilayah dialokasikan dana perawatan dengan total seluruh pekerjaan sebesar Rp2,5 miliar, termasuk perbaikan jalan berlubang. 

Rinciannya, pengecatan trotoar atau kerep, penebasan tumbuhan liar di bahu jalan, pecking, tambalan material base (sementara) dan aspal. Dari rincian tersebut, khusus perbaikan jalan rusak atau tambal sulam, menghabiskan dana mencapai Rp1,5 miliar, dengan rincian di lima wilayah sebesar Rp300 juta. 

Lima wilayah tersebut adalah wilayah I meliputi Kecamatan Siak dan Menpura, wilayah II meliputi Kecamatan Bungaraya, Sabak Auh, Sei Apit dan Pusako, wilayah III Kecamatan Tualang dan Mandau, wilayah IV Kecamatan Lubuk Dalam, Kotogasib dan Kerinci Kanan, wilayah V Kecamatan Minas dan Kandis.

Selasa (11/2/14), Kepala Dinas BMP Siak Irving Kahar Arifin melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Ardi Irfandi, menerangkan, "Rata-rata di 2013 menghabiskan dana Rp2,5 miliar untuk satu wilayah kerja untuk berbagai poin pekerjaan. Khusus untuk penambalan jalan yang rusak hanya Rp300 juta per wilayah kerja," terang Ardi.

Selain itu, kerusakan jalan di masing-masing wilayah kerja berbeda-beda, sehingga tidak dapat dipastikan rincian kerusakannya. 

"Walau perbaikan terus dilakukan, kerusakan bisa saja kembali terjadi dan itu tidak bisa diprediksi. Karena di Siak banyak mobil pengangkut sawit yang melebihi tonase atau beban yang telah ditentukan," ujar anak mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Siak itu.

Diungkap Ardi lagi, pada 2014 ini dana perawatan rutin termasuk perbaikan jalan rusak kembali dianggarkan dan masih proses.***(vila) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar