• Home
  • Lingkungan
  • Disepakati Dua Bantang Pengangkutan Tiang Listrik Batu 800 Kg

Lewati Jembatan Panglima Sampul,

Disepakati Dua Bantang Pengangkutan Tiang Listrik Batu 800 Kg

Selasa, 25 Maret 2014 17:15 WIB

SELATPANJANG - Jembatan Panglima Sampul yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi Barat terancam rusak berat karena banyaknya angkutan barang yang melebihi tonase kekuatan jembatan itu sendiri.

Salah satu pemicu kerusakan jembatan yaitu adanya pengakutan tiang listrik batu dari perusahaan menuju desa Alai-Mengkikip dengan melalui jalan darat yang secara jelas melintas di atas Jembatan Panglima Sampul.

Meski sempat di stop oleh warga Alai, namun pengakutan tiang listrik yang terbuat dari batu dengan berat sekitar 800 kilogram perbatangnya itu tetap disetujui untuk melintas di jembatan Panglima sampul. Padahal, beban yang dizinkan hanya dua batang saja.

Kepala Bidang Darat Dishubkominfo Kepulauan Meranti, Jumakir  saat dihubungi wartawan melalui selulernya, Selasa (25/3/14) mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat bersama Distamben Kepulauan Meranti, PLN Selatpanjang, dan pihak ketiga selaku penyedia tiang batu.

"Kita telah menggelar rapat dengan semua pihak terkait pengangkutan tiang batu untuk tiang listrik Alai-Mengkikip itu. Hasil rapat tersebut disepakati pengangkutan tiang batu tersebut tetap melewati jembatan panglima Sampul, tapi hanya di perbolehkan dua batang tiang saja," katanya.

Diakui Jumakir pihaknya sedikit kecewa dengan pihak pengelola, karena sebelumnya pihak peusahaan tersebut sudah berkali-kali mengangkut tiang batu listrik melewati Jembatan panglima sampul dengan mengunakan truk yang muatannya sampai 5 batang.

"Tanpa ada peemberitauan terlebih dahulu kepada pihak kita maupun pihak kecamatan, dan akibatnya dari penagngkutan tersebut sejumlah jalan di Desa seputran jembatan dan Alai menjadi rusak," ungkap Jumakir.

Saat ini ada sikitar 180 batang tiang batu listrik tersebut yang akan diangkut melewati jembatan paanglima sampul tersebut. Untuk kedepannya tiang-tiang batu tersebut tidak lagi dibenarkan bongkar di seputaran jembatan Prumbi tersebut.

"Pembongkaran tiang batu itu nantinya akan dipindahkan ke Lemak Babi, Kampong Balak dan Mengkikip. Jadi aktivitas pengakutan tiang batu untuk realisasi arus listrik tidak lagi melintas di jembatan tersebut," tegas Jumakir.

Pihaknya juga mengaku kuwatir jembatan Panglima Sampul yang di banggun sejak pulahan tahun itu akan megalami kerusakan. Oleh karena itu pihaknya menegaskan bahwa untuk pengangkutan tiang listrik tidak dibenarkan lagi.

Camat Tebing Tinggi Barat Mulyadi, mengaku kesal dengan sikap pihak perusahan tanpa ada pemberritahuan sama sekali tiba-tiba saja mereka  mengakut tiang batu dengan mengunakan truk sebanyak 5 samapi 7 batang sekali jalan.

Menurutnya, pihak perusahaan tidak pernah menghubunginya atau pemberitahuan kalau ada aktifitas bongkar maupun aktifitas pengangkutan tiang batu listrik tersebut.

"Kita baru tahu setelah ada katifitas pengakutan tiang batu lewat jembatan Panglima Sampul dengan mengunakan truk, sekali jalan truk tersebut membawah 5 hingga 7 batang tiang batu yang beratnya 800 kilogram perbatangnya," jelasnya.

Diakuinya pihak perusahaan sama sekali tidak ada menghubungi atau berkoordinasi dengan pihak kecamatan, mereka tiba-iba saja mengakut tiang batu tersebut seolah-olah negeri ini tidak bertuan. 

"Seharusnya mereka hubungi pemerintah kecamatan, karena negri ini ada pemerintahannya., yang pasti pihak peusahaan tidak ada menghubungi kita, keculai kepala Distamben," ungkapnya.

Pihaknya mengaku juga tidak bermaksud untuk menghalang-halangi pembangunan akan tetapi setidak-tidaknya perusaha bertanggung jawab untuk menjaga aset yang ada, sehingga dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat disini.

"Kita tidak mau nanti tiang listrik siap dianggkut Jembatannya rusak, trus siapa yang akan mengati jika jembatan itu rusak, sementara jembatan itu merupakan satu-satunya jembatan penhubung bagi masyarakat di sini untuk menuju pusat ibu kota kabupaten," pungkasnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar