- Home
- Lingkungan
- Fores dan Polsek Pangean Kuansing Sosialisasikan Bahaya PETI
Fores dan Polsek Pangean Kuansing Sosialisasikan Bahaya PETI
Minggu, 09 Februari 2014 17:21 WIB
TELUK KUANTAN - Forum Daerah Aliran Sungai bekerjasama dengan aparat kepolisian yang ada di Polsek Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan penyelamatan lingkungan di sepanjang Sungai Kuantan, yang dilaksanakan di tiga desa, masing-masing Padang Tanggung, Tanah Bekali dan Pulau Deras Pangean, kemarin.
Dalam rangka mendukung penyelamatan lingkungan di sepanjang Sungai Kuantan yang tercemar akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi. Ketua Fordas Riau, Mardianto Manan dan Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni yang langsung mensosialisasikannya ke masyarakat. Turut juga mendampingi Kepala Desa Tanah Bekali Saljasman, Kepala Desa Pulau Deras Martono dan mantan Kepala Desa Pulau Deras Amiril Amri.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni dengan keahlian yang dimiliknya memberikan pengobatan Hipnoteraphy kepada masyarakat. Dan masyarakat sangat antusias untuk menikmati pelayanan yang diberikan tersebut. Pasalnya, setiap warga yang diobati melalui pengobatan Hipnoteraphy tersebut, merasa penyakitnya hilang.
Usai acara sosialisasi, Ketua Fordas Riau, Mardianto Manan menegaskan, bahwa selsai mensosialisasikan penyelamatan lingkungan dengan cara mendukung penertiban PETI di Kuansig tanpa pandang buluh, juga dijadikan sebagai momentum untuk merajut silaturrahim dengan masyarakat.
Sungai Kuantan bagi masyarakat Kuansing merupakan urat nadi kehidupan. Ratusan ribu jiwa hidup di sepanjang sungai tersebut. Dulu, kata Mardianto Manan, Sungai Kuantan menjadi tempat bermain, mandi, minum dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Namun kini, sungai tidak lagi bisa menopang kebutuhan keluarga.
"Kalau kita menyadari, bahwa ada ratusan ribu jiwa yang hidup di sepanjang Sungai Kuantan. Kini mereka dihadapkan dengan lingkungan yang tidak sehat, lingkungan yang tercemar. Ini harus kita sadari kalau kita ingin menyelamatkan lingkungan," ujarnya.
Untuk menyelamatkan lingkungan yang sudah tercemar, menurutnya, dibutuhkan kesadaran dari masyarakat. Dan untuk menimbulkan kesadaran itu, pemerintah melalui instansi terkait dituntut untuk menyampaikan bahaya merusak lingkungan tersebut. "Selama ini, kita tidak pernah menyampaikan ke masyarakat apa bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan itu," katanya.
Disamping itu, pihak kepolisian juga diminta menyampaikan ancaman hukuman terhadap perusak lingkungan. "Ini yang harus kita sampaikan ke masyarakat agar lingkungan yang sehat di tengah kita bisa tercipta," katanya lagi.
Dan Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni menghimbau seluruh masyarakat untuk taat aturan dan tidak melakukan tindakan yang berlawanan dengan hukum. Menurutnya, aktivitas PETI yang merusak lingkungan sangat tidak diharapkan.
"Alhamdulillah, di Pangean aktivitas PETI sudah tidak ada. Ini bisa kita tertibkan atas dukungan yang diberikan pemerintah dan masyarakat, sehingga upaya penyelamatan lingkungan sudah kita lakukan," ujarnya.***(dri)
Dalam rangka mendukung penyelamatan lingkungan di sepanjang Sungai Kuantan yang tercemar akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi. Ketua Fordas Riau, Mardianto Manan dan Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni yang langsung mensosialisasikannya ke masyarakat. Turut juga mendampingi Kepala Desa Tanah Bekali Saljasman, Kepala Desa Pulau Deras Martono dan mantan Kepala Desa Pulau Deras Amiril Amri.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni dengan keahlian yang dimiliknya memberikan pengobatan Hipnoteraphy kepada masyarakat. Dan masyarakat sangat antusias untuk menikmati pelayanan yang diberikan tersebut. Pasalnya, setiap warga yang diobati melalui pengobatan Hipnoteraphy tersebut, merasa penyakitnya hilang.
Usai acara sosialisasi, Ketua Fordas Riau, Mardianto Manan menegaskan, bahwa selsai mensosialisasikan penyelamatan lingkungan dengan cara mendukung penertiban PETI di Kuansig tanpa pandang buluh, juga dijadikan sebagai momentum untuk merajut silaturrahim dengan masyarakat.
Sungai Kuantan bagi masyarakat Kuansing merupakan urat nadi kehidupan. Ratusan ribu jiwa hidup di sepanjang sungai tersebut. Dulu, kata Mardianto Manan, Sungai Kuantan menjadi tempat bermain, mandi, minum dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Namun kini, sungai tidak lagi bisa menopang kebutuhan keluarga.
"Kalau kita menyadari, bahwa ada ratusan ribu jiwa yang hidup di sepanjang Sungai Kuantan. Kini mereka dihadapkan dengan lingkungan yang tidak sehat, lingkungan yang tercemar. Ini harus kita sadari kalau kita ingin menyelamatkan lingkungan," ujarnya.
Untuk menyelamatkan lingkungan yang sudah tercemar, menurutnya, dibutuhkan kesadaran dari masyarakat. Dan untuk menimbulkan kesadaran itu, pemerintah melalui instansi terkait dituntut untuk menyampaikan bahaya merusak lingkungan tersebut. "Selama ini, kita tidak pernah menyampaikan ke masyarakat apa bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan itu," katanya.
Disamping itu, pihak kepolisian juga diminta menyampaikan ancaman hukuman terhadap perusak lingkungan. "Ini yang harus kita sampaikan ke masyarakat agar lingkungan yang sehat di tengah kita bisa tercipta," katanya lagi.
Dan Kapolsek Pangean, AKP Milson Joni menghimbau seluruh masyarakat untuk taat aturan dan tidak melakukan tindakan yang berlawanan dengan hukum. Menurutnya, aktivitas PETI yang merusak lingkungan sangat tidak diharapkan.
"Alhamdulillah, di Pangean aktivitas PETI sudah tidak ada. Ini bisa kita tertibkan atas dukungan yang diberikan pemerintah dan masyarakat, sehingga upaya penyelamatan lingkungan sudah kita lakukan," ujarnya.***(dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

