• Home
  • Lingkungan
  • Forkesmar Anggap Kabut Asap di Riau Terkesan Dibiarkan

Forkesmar Anggap Kabut Asap di Riau Terkesan Dibiarkan

Minggu, 23 Februari 2014 17:22 WIB

PEKANBARU - Ketua Forum Kesatuan Masyarakat Riau (Forkesmar) Fauzi Gani meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih serius persoalan kabut asap yang setiap tahun seakan rutin muncul setiap tahun. Penanganan kabut asap hendaknya juga melibatkan seluruh komponen masyarakat, sampai ke aparat tingkat RT dan RW.

"Kami sangat setuju sekali dengan pandangan Menteri Dalam Negeri saat melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Riau beberapa hari lalu, yang mengatakan, kabut asap di Riau tidak lagi bisa disebut bencana karena dia muncul hampir setiap tahunnya. Pernyataan ini tamparan bagi kita semua, dan kami minta pemda untuk lebih serius menggerakkan masyarakat dalam mengatasi masalah kabut asap," kata Ketua Forkesmar Fauzi Gani, Minggu (23/2/2014). 

Fauzi Gani mengatakan, pihaknya melihat sudah masyarakat menjadi korban. Sekolah banyak yang terpaksa diliburkan, aktivitas ekonomi terganggu, terutama dalam hal kesehatan. Masyarakat mau protes tapi tak tahu mau protes kemana. karena mereka tahu bahwa pemerintah daerah juga tidak dapat melakukan apa-apa. 

"Ini sudah ada indikasi semacam pembiaran oleh Pemda. Seharusnya pemda menggerakkan seluruh Satker atau instansi untuk ikut sama-sama mengatasi kabut asap di daerahnya. Libatkan semuanya sampai ke aparatur di tingkat RT/RW," ujarnya. 

Dia berharap kepada Gubernur Annas Maamun yang baru terpilih agar langsung memanggil semua bupati dan walikota untuk membuat langkah bersama yang sifatnya tetap dan menyeluruh. 

Disamping itu Forkesmar mendukung upaya penindakan hukum kepada pihak-pihak yang dinilai sengaja melakukan pembakaran lahan atau pembiaran atas kebakaran di atas lahannya. 

"Pidanakan saja perusahaan yang tak mau peduli tersebut. Kalau dibiarkan saja, masalah kabut asap ini akan terus ditanggung seluruh masyarakat Riau," tutup Fauzi Gani.***(rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar