Ground Breaking Tol Pekanbaru-Dumai Terancam Ditunda

Selasa, 10 Mei 2016 12:52 WIB
PEKANBARU - Ground breaking proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 126 Kilometer atau 78 Mil yang rencananya diresmikan pertengahan Mei 2016 ini terancam ditunda. 

Pasalnya, kondisi iklim mengharuskan peletakan batu pertama proyek nasional itu harus ditunda.

Informasi ini disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Masperi kepada wartawan, Selasa (10/5/2016). Dia mengatakan, kemungkinan peresmian yang semula dijadwalkan antara tanggal 17,18 atau 19 Mei bergeser.

"Karena faktor hujan dan juga masih menunggu penyesuaian jadwal Presiden RI," sebutnya.

Dibeberkannya, kalau penanggung jawab ground breaking dari pihak Hutama Karya, Willy  juga masih berada di Jakarta. Namun pihaknya saat ini tengah mengadakan koordinasi bersama Kementrian BUMN serta menyesuaikan jadwal Presiden dan komunikasi dengan Paspampres.

"Seharusnya Senin kemarin kita melakukan rapat finalisasi peresmian tol ini. Namun Karena masih menunggu konfirmasi dari Jakarta maka rapat akan kita lakukan hari ini, Selasa (10/5/2016)," katanya.

Rapat finalisasi akan melibatkan banyak pihak, termasuk Pemko Pekanbaru, SKPD, dan unsur Forkompinda, juga keamanan Presiden harus Ring 1, maka Korem ikut rapat terkait pengamanan.

Peresmian yang awalnya akan dilakukan di titik 0 kilometer dan akan dijajaki mobil Presiden sejauh 1,5 Km terancam batal. Karena faktor hujan belakangan ini, maka tanah yang ada masih lembek dan ini tidak dapat dipaksakan.

"Kalau tanah masih lembek maka kita tidak bisa resmikan dari sana. Untuk itu akan digunakan opsi kedua. Peresmian di titik kilometer satu setelah kantor Lurah Muara Fajar," ujar Masperi.

Tol sepanjang 78 mil ini rencananya akan dirampungkan target ganti rugi lahannya pada 2017 mendatang. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp.14 miliar. 

Proyek ini merupakan pekerjaan multi years. Dimana dana dikucurkan sebesar Rp14 miliar yang dibagi 3 tahun pengerjaan dengan besaran Rp5 miliar per tahun.


(rdk/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar