• Home
  • Lingkungan
  • Gubri Sebut Karena RTRW Penekanan Angka Kemiskinan tak Optimal

Gubri Sebut Karena RTRW Penekanan Angka Kemiskinan tak Optimal

Wili Hidayat Rabu, 03 Januari 2018 19:21 WIB
PEKANBARU - Belum selesainya Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Riau berdampak tak optimalnya penekanan angka kemiskinan. Pasalnya, triliunan dana investasi yang akan ditanamkan ke Riau tak kunjung direalisasikan.

Padahal, triliunan dana investasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha diberbagai sektor yang kemudian berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

"Itu terjadi karena RTRW Riau belum selesai. Sehingga berdampak pada tingkat investasi daerah yang masih rendah," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman, Selasa, kemarin.

Andi berharap, RTRW yang sampai hari ini belum juga disahkan bisa tuntas. Sehingga para investor yang masih 'mengantri' menanamkan sahamnya di Riau bisa direalisasikan.

Meski menyatakan salah satu penyebab angka kemiskinan di Riau terkait belum tuntasnya RTRW, Andi juga menyatakan karena masalah mis komunikasi soal penyedia data. Meski tak merincikan apakah karena kesalahan penyajian data, namun Andi minta segera diperbaiki.

Lebih lanjut, Andi Rachman menjelaskan soal angka pengangguran yang tinggi lebih kepada peningkatan jumlah penduduk di Riau yang tak seimbang dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Masalah perlambatan investasi menjadi penyebabnya karena hingga kini RTRW Riau belum selesai.

"Soal tren pengangguran sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Angkanya memang masih tinggi walau jika kita lihat arahnya menurun. Ini karena perlambatan investasi sebab RTRW Riau," ujarnya.

Badan Pusat Statistik Riau mencatat selama periode Maret 2016 hingga Maret 2017 penduduk miskin di daerah perdesaan sebanyak 16,92 ribu jiwa, sedangkan di daerah perkotaan mengalami kenaikan sebesar 16,13 ribu jiwa.

(rac/rdk)
Tags Gubernur RiauRTRW Riau
Komentar