- Home
- Lingkungan
- Hujan Rusak Jalan dan Sulitkan Warga Mencari Nafkah di Kampar
Hujan Rusak Jalan dan Sulitkan Warga Mencari Nafkah di Kampar
Selasa, 14 Januari 2014 20:10 WIB
PEKANBARU - Camat Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar Yasnimar mengakui kesulitan yang sedang dihadapi ribuan warganya di beberapa desa yang lokasinya berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. Hujan telah merusak jalan akses ke desa-desa tersebut, bahkan ada tiga desa yang masih terisolir.
"Sekarang ini ada tiga desa yang benar-benar masih terisolir karena badan jalan tertimbun longsoran di tiga titik," papar Yusnimar saat dihubungi riauterkinicom lewat telephon, Selasa (14/1/14).
Ketiga desa tersebut adalah Kota Lama, Sungai Santi dan Dua Sepakat. Warga sudah mencoba bergotong royong membersihkan timbunan longsor di badan jalan, namun tidak mampu karena terjadi longsor susulan yang dipicu hujan.
Kondisi jalan akses dari Lipat Kait yang rusak parah masih terbantu dengan masuknya pedagang bersepeda motor dari Sumbar. Jika tidak ada pedagang dari Sumbar, dikhawatirkan pasokan bahan kebutuhan pokok di kawasan tersebut kian tersendat.
Selain merusak akses jalan, Yusnimar juga menyebutkan bahwa hujan yang terus mengguyur membuat ekonomi masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu kian terpuruk. Mayorita warga merupakan petani karet. Saat hujan mereka tak bisa menakik pohon karet untuk mendapatkan getah.
"Sekarang memang kondisi masyarakat kami sedang susah. Mereka harus benar-benar mengirit. Selain harga kebutuhan pokok mahal karena jalan rusak, mereka juga sedang tak memiliki penghasilan memadai karena hujan terus sehingga tak bisa manakik karet," paparnya.
Lebih lanjut Yusnimar mengatakan, sebagai solusi agar akses jalan tidak terus rusak di musim penghujan, pihaknya telah meminta Pemkab Kampar untuk melakukan perbaikan jalan secara maksimal. Langkah awal sudah dilakukan dalam bentuk survei lapangan.
"Setelah survei ini kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar masyarakat kami tak terus terisolir," demikian harapnya.***(mad)
"Sekarang ini ada tiga desa yang benar-benar masih terisolir karena badan jalan tertimbun longsoran di tiga titik," papar Yusnimar saat dihubungi riauterkinicom lewat telephon, Selasa (14/1/14).
Ketiga desa tersebut adalah Kota Lama, Sungai Santi dan Dua Sepakat. Warga sudah mencoba bergotong royong membersihkan timbunan longsor di badan jalan, namun tidak mampu karena terjadi longsor susulan yang dipicu hujan.
Kondisi jalan akses dari Lipat Kait yang rusak parah masih terbantu dengan masuknya pedagang bersepeda motor dari Sumbar. Jika tidak ada pedagang dari Sumbar, dikhawatirkan pasokan bahan kebutuhan pokok di kawasan tersebut kian tersendat.
Selain merusak akses jalan, Yusnimar juga menyebutkan bahwa hujan yang terus mengguyur membuat ekonomi masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu kian terpuruk. Mayorita warga merupakan petani karet. Saat hujan mereka tak bisa menakik pohon karet untuk mendapatkan getah.
"Sekarang memang kondisi masyarakat kami sedang susah. Mereka harus benar-benar mengirit. Selain harga kebutuhan pokok mahal karena jalan rusak, mereka juga sedang tak memiliki penghasilan memadai karena hujan terus sehingga tak bisa manakik karet," paparnya.
Lebih lanjut Yusnimar mengatakan, sebagai solusi agar akses jalan tidak terus rusak di musim penghujan, pihaknya telah meminta Pemkab Kampar untuk melakukan perbaikan jalan secara maksimal. Langkah awal sudah dilakukan dalam bentuk survei lapangan.
"Setelah survei ini kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar masyarakat kami tak terus terisolir," demikian harapnya.***(mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

