• Home
  • Lingkungan
  • KLH Dumai Sebut Kabut Asap Masih Selimuti Kota Pelabuhan

KLH Dumai Sebut Kabut Asap Masih Selimuti Kota Pelabuhan

Rabu, 16 September 2015 18:02 WIB
Karyawan Wilmar Group Dumai-Pelintung terlihat sedang membagikan masker gratis kepada masyarakat terkusus bagi pengguna jalan raya serta anak-anak di jalan lintas Dumai-Pelintung. | Foto: marwan@wilmar.co.id
DUMAI - Kendati hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Dumai, belum bisa menghilangkan kondisi kabut asap sisa kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Riau. Terbukti, Rabu (16/9), Kota Pelabuhan ini masih tampak diselimuti kabut asap yang berasal kiriman dari daerah tetangga.

Pantauan di lapangan, pada pukul 09.00 WIB jarak pandang kurang dari 1.000 Meter dengan kualitas udara berada di level 109 PSI dengan status "Tidak Sehat". Demikian penegasan ini disampaikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai Bambang Surianto, kepada awak media di ruang kerjanya.

"Kualitas udara telah kembali dicemari oleh kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla). Padahal, sehari sebelumnya (Selasa (15/9), red) udara di Kota Dumai sudah mulai membaik yakni berada di level 90 PSI dengan status "Sedang", hal tersebut lantaran hujan deras," jelas Bambang Surianto.

Lanjutnya, akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kiriman beberapa daerah sekitar, Pagi ini (16/9), red) kondisi udara di Kota Dumai kembali dicemari bahkan tercemar kabut asap dan berada di level 109 PSI dengan status Tidak Sehat. Angka tersebut didapat dari alat ISPU milik Chevron.

Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Dumai melalui KLH Kota Dumai mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Dumai untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan, dan gunakan masker saat berada di luar ruangan. Tak hanya itu, diimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan.

"Kami juga tak henti-hentinya menghimbau agar masayarakat Kota Dumai tidak membakar sampah, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak atau memgurangi merokok bagi yang perokok. Sebab, kondisi udara di daerah kita ini masih diselimuti kabut asap, meski sudah diguyur hujan," tutupnya.

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar