• Home
  • Lingkungan
  • Pangdam Minta Seluruh Instansi Komit Wujudkan 2017 Riau Bebas Karhutla

Pangdam Minta Seluruh Instansi Komit Wujudkan 2017 Riau Bebas Karhutla

Jumat, 03 Februari 2017 20:40 WIB
Pangdam I BB menegaskan, tahun ini Riau harus bebas karlahut. Tak ada cerita.
PEKANBARU - Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Lodewyk Pusung menegaskan kepada seluruh instansi terkait tahun 2017 wilayah Riau harus bebas asap dan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). 

Menurutnya, langkah tegas dalam penegakan hukum tentu menjadi prioritas selain tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang terjadi di Riau. 

"Tidak ada cerita, 2017 harus bebas asap. Saya tegaskan, bukan hanya langkah pencegahan dan penanggulangan, tetapi tindakan tegas terhadap siapa pun pemabakar lahan dan hutan harus dilakukan," kata Pangdam.

Penegasan itu disampaikan pada acara penandatanganan komitmen bersama pemerintah daerah, TNI Polri dengan pelaku usaha perkebunan dan kehutanan dalam rangka pencegahan Karlahut 2017 di Hotel Pangeran, Jumat (3/2/17). 

"Kepedulian untuk bertanggung jawab dari mana pun instansinya merupakan kunci utama. Tinggalkan ego sektoral, demi mencapai Riau bebas asap," katanya dalam memberikan pengarahan kepada peserta. 

Pangdam juga mengkiritisi pihak-pihak tertentu yang selama ini banyak berbicara tapi tidak ada berbuat dalam usaha pencegahan dan penanggulangan Karlahut di wilayah Riau. 

"Jangan seperti saat banjir semua ngomong banjir. Tapi ketika banjir hilang, pembicaraannya pun berubah. Sama sesperti Karlahut ini, saat kebakaran terjadi, semua ngomong bagaimana langkah-langkah penanggulangan," tegasnya.

Menurutnya, ketika tidak ada lagi Karlahut, tidak ada lagi ngomong-ngomong masalah ini. Baginya yang terpenting itu tindakan nyata dalam menangani masalah kebakaran lahan dan hutan di Riau. 

Sebelumnya, pada Apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Riau tadi pagi, Pangdam juga menegaskan pentingnya menghilangkan ego sektoral dalam upaya mengantisipasi Karlahut ini. 

"Kalau sudah operasi bersama yang paling utama itu koordinasi, jangan ribut-ribut, saya titip, mari hilangkan ego, satu tujuan kita, 2017 Riau bebas asap," papar Pangdam. 

Selain itu, disebutkan pula penanganan Karlahut 2017 ini harus lebih cerdas lagi. Pasalnya, berkaca dari tahun lalu pembakar selalu memanfaatkan sabtu dan minggu. 

Karena pada hari ini petugas lebih memanfaatkan untuk beristirahat atau mengurangi jam pengawasannya. Pangdam pun menyebut, kerja pembakar ini sepertinya sudah terstruktur. Karena mereka ju biasanya sudah mengetahui pergerakan tim Karlahut. 

"Belajar dari pengalaman lalu, pelaku pembakar lahan kerap muncul saat akhir pekan, terutama sabtu dan minggu. Kuat dugaan, pergerakan tim gabungan sudah diketahui, sehingga perusak alam ini bisa leluasa bergerak," papar Pangdam. 

Karena itu, strategi khusus untuk menangkap pembakar lahan dan hutan itu pun sudah disiapkan. Siapa pun yang terjaring terlebih tertangkap tangan saat membakar lahan dan hutan, maka tindakan tegas adalah konsekuensinya. 

Hadir pada kesempatan ini, Kepala BNPB Pusat Willem Rampangilei, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain, Danrem Brigjen TNI Nurendi, Danlanud Marsma Henri Alfiandi, para Dandim dan Kapolres se Riau.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar